Home Bisik Disway Pegang Aset Rp14.715 Triliun, Danantara Indonesia Siap Kuasai Pasar ASEAN
Bisik Disway

Pegang Aset Rp14.715 Triliun, Danantara Indonesia Siap Kuasai Pasar ASEAN

Share
Ilustrasi Danantara Indonesia. (dhimas fin)
Share

Danantara mengelompokkan BUMN dengan lini bisnis sejenis untuk menciptakan skala ekonomi. Menghilangkan duplikasi. Meningkatkan efisiensi operasional.

Contohnya adalah integrasi BUMN di sektor pangan atau manufaktur. Integrasi ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih besar.

Selain itu, Danantara juga gencar melakukan revitalisasi. Tidak hanya menyuntikkan modal. Tetapi juga melakukan perombakan manajemen yang signifikan.

Perbaikan tata kelola perusahaan yang transparan. Perumusan strategi bisnis yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar.

Ini berarti melakukan divestasi atau penggabungan beberapa entitas BUMN yang sudah tidak efisien. Tujuannya efektivitas portofolio secara keseluruhan.

Tanpa entitas yang fokus pada restrukturisasi, kondisi beberapa BUMN mungkin akan semakin memburuk. Bahkan bisa jadi beban bagi negara.

“Kita memahami ini adalah pekerjaan jangka panjang. Tidak bisa instan. Yang terpenting adalah konsistensi dalam implementasi strategi dan dukungan penuh dari pemerintah,” lanjut Wafi.

Bukan hanya sekadar menata keuangan atau struktur organisasi. Tetapi juga membangun fondasi yang kokoh bagi BUMN.

Agar di masa depan, label ‘amburadul’ bisa diganti dengan efisien dan kompetitif.

Senada dengan pandangan tersebut, Kepala Riset dari PT Nusantara Kapital Sekuritas, Bramantyo Wijaya, turut mengamini prospek cerah Danantara.

“Temasek dan Khazanah cenderung berinvestasi pada perusahaan-perusahaan besar dan sektor-sektor tradisional. Danantara, di sisi lain, sangat gesit dalam mengidentifikasi peluang di sektor-sektor baru, teknologi disruptif, dan ekonomi berbasis komunitas,” terang Bramantyo.

Dia menegaskan kapasitas Danantara untuk menciptakan nilai bukan hanya dari investasi pasif.

Tetapi juga dari pengembangan ekosistem bisnis yang terintegrasi. Hal ini menjadikan Danantara pemain yang sangat unik dan disruptif di pasar investasi.

“Inilah keunggulan kompetitif yang membedakan Danantara dari model lembaga investasi konvensional,” imbuhnya.

Kekuatan Aset Strategis (H-4)

Share
Related Articles
Bisik Disway

Menuju Indonesia Satu Aplikasi

IKNPOS.ID – Menghilangkan redundansi dan Memangkas birokrasi berbelit. Juga diharap bisa menciptakan...

Bisik Disway

Progres IKN Dikebut! Masjid Rp940 Miliar dan Istana Wapres Rp1,4 Triliun Ditarget Rampung Desember 2025

IKNPOS.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus berjalan...

Bisik Disway

Pembentukan Kementerian Haji, Upaya Memuliakan Tamu-tamu Allah

IKNPOS.ID - Pemerintah membentuk sebuah kementerian baru: Kementerian Haji. Kementerian ini punya...

Bisik Disway

GPM 2025: Harga Pangan Tetap Terjangkau, Inflasi Terkendali

IKNPOS.ID - PROGRAM ini bukan sekadar program biasa. Gerakan Pangan Murah (GPM)...