Home Bisik Disway Pegang Aset Rp14.715 Triliun, Danantara Indonesia Siap Kuasai Pasar ASEAN
Bisik Disway

Pegang Aset Rp14.715 Triliun, Danantara Indonesia Siap Kuasai Pasar ASEAN

Share
Ilustrasi Danantara Indonesia. (dhimas fin)
Share

Potensi penyelewengan dana serta risiko lainnya memang tidak bisa diabaikan. Karena itu, Samirin menyarankan Danantara Indonesia harus berhati-hati dalam pemilihan investasi dan struktur organisasi di dalamnya.

“Risiko politisasi sangat besar. Dalam hal ini, Danantara harus benar-benar menjunjung tinggi merit system,” terangnya.

Penekanan pada merit system (sistem meritokrasi) adalah jaminan penempatan posisi didasarkan pada kompetensi dan kinerja. Bukan faktor politis.

Mendongkrak Aset dan Efisiensi BUMN (H-2)

Selain isu transparansi Samirin juga mengidentifikasi tiga tantangan utama yang menanti Danantara:

  • Aset Bernilai Tinggi yang Tidak Produktif:

Banyak BUMN memiliki aset fisik yang nilainya sangat tinggi. Namun tidak dimanfaatkan secara optimal. Bahkan terbengkalai. Contoh kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Meskipun ikonik, namun belum mencapai potensi produktivitas ekonominya secara maksimal.

Tantangan Danantara adalah bagaimana mengidentifikasi aset-aset tidur ini dan mengubahnya menjadi mesin pencetak nilai ekonomi.

  • BUMN Kurang Sehat, Butuh Restrukturisasi:

Beberapa BUMN berada dalam kondisi finansial kurang sehat. Bahkan memerlukan restrukturisasi segera. Kasus seperti Garuda Indonesia, BUMN Karya (konstruksi) dan BUMN Farmasi adalah contoh riil. Penanganan BUMN “sakit” dapat membebani keuangan Danantara di awal. Namun restrukturisasi yang berhasil akan menjadi kemenangan besar dan fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang.

  • Risiko Politisasi:

Ini adalah tantangan kronis yang sering membayangi BUMN. Penugasan dari pemerintah. Danantara harus cerdik dalam menyeimbangkan mandat sosial dengan prinsip investasi yang sehat.

Samirin menggambarkan peran Danantara secara menyeluruh sebagai sebuah holding company yang di bawahnya adalah BUMN-BUMN.

“Holding company memaksimalkan Enterprise Value. Yaitu meningkatkan return investasi dan mengurangi cost, yang pada saat yang bersamaan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai holding sesuai dengan visi-misinya,” jelas Samirin.

Share
Related Articles
Bisik Disway

Menuju Indonesia Satu Aplikasi

IKNPOS.ID – Menghilangkan redundansi dan Memangkas birokrasi berbelit. Juga diharap bisa menciptakan...

Bisik Disway

Progres IKN Dikebut! Masjid Rp940 Miliar dan Istana Wapres Rp1,4 Triliun Ditarget Rampung Desember 2025

IKNPOS.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus berjalan...

Bisik Disway

Pembentukan Kementerian Haji, Upaya Memuliakan Tamu-tamu Allah

IKNPOS.ID - Pemerintah membentuk sebuah kementerian baru: Kementerian Haji. Kementerian ini punya...

Bisik Disway

GPM 2025: Harga Pangan Tetap Terjangkau, Inflasi Terkendali

IKNPOS.ID - PROGRAM ini bukan sekadar program biasa. Gerakan Pangan Murah (GPM)...