Home Bisik Disway KDMP/KKMP: Strategi Baru Bangkitkan Koperasi Modern, Target 80.081 Koperasi Resmi di 2025
Bisik Disway

KDMP/KKMP: Strategi Baru Bangkitkan Koperasi Modern, Target 80.081 Koperasi Resmi di 2025

Share
Share

Di sisi lain, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga ekonomi milik desa yang telah lama eksis. Biasanya modal awal dari pemerintah pusat atau daerah.

Perbedaan mendasar terletak pada pendekatan manajerialnya. BUMDes lebih ke arah manajerial profesional dan birokratis. Struktur ini cenderung lebih hierarkis dan bergantung pada figur kepala desa atau tokoh tertentu.

Meskipun BUMDes telah terbukti efektif di banyak tempat, fokus manajerial yang lebih profesional terkadang dapat mengurangi partisipasi aktif Masyarakat jika tidak dikelola dengan baik.

Berbeda dengan Koperasi Merah Putih. Koperasi ini menawarkan pendekatan yang lebih partisipatif. Memberdayakan anggota secara langsung.

Sementara BUMDes lebih berfokus pada pengelolaan bisnis yang profesional di tingkat desa. Kedua model ini dapat saling melengkapi untuk memperkuat ekonomi lokal.

Namun KDMP/KKMP membawa angin segar dengan pendekatan yang lebih inklusif dan berbasis komunitas.

Hal ini menciptakan transparansi dan akuntabilitas yang lebih tinggi. Sehingga memupuk kepercayaan masyarakat.

Dengan menggunakan sistem digitalisasi, setiap transaksi dapat tercatat secara akurat. Diawasi oleh seluruh anggota. Ini untuk meminimalisir risiko penyelewengan dana.

Zulkardi menyatakan model koperasi adalah salah satu cara mewujudkan kembali semangat kebersamaan ini.

Ketika masyarakat merasa memiliki dan berkontribusi pada sebuah entitas ekonomi, rasa kepemilikan dan tanggung jawab akan tumbuh. Hal ini mendorong partisipasi aktif dan sinergi yang kuat.

Bukan hanya soal keuntungan finansial. Tetapi tentang pembangunan modal sosial yang esensial bagi kemajuan bangsa.

Putus Rantai Distribusi & Hidupkan Gotong Royong

Koperasi Merah Putih memiliki dua tujuan utama: memutus rantai distribusi yang panjang dan menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Rantai distribusi yang panjang seringkali menjadi penyebab tingginya harga produk di tingkat konsumen. Sementara petani atau produsen hanya mendapatkan keuntungan minim.

Koperasi Merah Putih hadir sebagai jembatan yang mempersingkat rantai tersebut. Contoh, koperasi dapat bertindak sebagai penyuplai produk langsung dari produsen ke masyarakat.

Share
Related Articles
Bisik Disway

Menuju Indonesia Satu Aplikasi

IKNPOS.ID – Menghilangkan redundansi dan Memangkas birokrasi berbelit. Juga diharap bisa menciptakan...

Bisik Disway

Progres IKN Dikebut! Masjid Rp940 Miliar dan Istana Wapres Rp1,4 Triliun Ditarget Rampung Desember 2025

IKNPOS.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus berjalan...

Bisik Disway

Pembentukan Kementerian Haji, Upaya Memuliakan Tamu-tamu Allah

IKNPOS.ID - Pemerintah membentuk sebuah kementerian baru: Kementerian Haji. Kementerian ini punya...

Bisik Disway

GPM 2025: Harga Pangan Tetap Terjangkau, Inflasi Terkendali

IKNPOS.ID - PROGRAM ini bukan sekadar program biasa. Gerakan Pangan Murah (GPM)...