Home Pendidikan Kasus Keracunan Anak Program MBG, Kementerian PPPA Lakukan Monitoring
Pendidikan

Kasus Keracunan Anak Program MBG, Kementerian PPPA Lakukan Monitoring

Share
Keracunan MBG
Kasus keracunan anak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sleman, Sukoharjo, Sragen, dan Bogor mendapat perhatian serius. Kementerian PPPA lakukan monitoring dan sinergi lintas sektor untuk memastikan program gizi aman dan sehat di Indonesia.Foto: Hasyim Ashari
Share

IKNPOS.ID – Serangkaian kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa anak-anak peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah seperti Sleman, Sukoharjo, Sragen, dan Bogor, menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengambil langkah proaktif dengan melakukan monitoring lapangan dan membangun sinergi lintas sektor.

Sekretaris Menteri PPPA,  Titi Eko Rahayu, menjelaskan  setiap persoalan terkait program MBG akan langsung direspon dengan koordinasi semua pihak yang terlibat.

“Menteri juga terlibat dalam monitoring pelaksanaan MBG, dan setiap persoalan harus segera ditangani. Target program MBG bukan hanya anak-anak, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia,” ujarnya.

Menurutnya, Tim Kementerian PPPA diterjunkan ke lapangan untuk mengumpulkan data dari korban, orang tua, dan pihak sekolah, dengan tujuan memahami penyebab keracunan serta dampaknya terhadap anak-anak.

Selain itu, Kementerian PPPA bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan setempat untuk merumuskan langkah mitigasi dan pencegahan. Fokus kerja sama ini mencakup peningkatan standar kualitas pangan, edukasi kebersihan dan sanitasi, serta penguatan pengawasan makanan dari hulu ke hilir.

Melalui kerja sama antar lembaga ini, pemerintah memastikan bahwa program MBG dapat berjalan efektif dan aman, serta memberikan kontribusi positif dalam mengatasi masalah gizi dan stunting di Indonesia. Kementerian PPPA menegaskan bahwa hak anak untuk memperoleh gizi yang baik dan aman menjadi prioritas utama.

“Hak anak untuk mendapatkan gizi yang baik dan aman adalah prioritas. Kami akan terus mengawasi dan memastikan setiap langkah yang diambil mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan anak,” tutup Titi Eko Rahayu.

Share
Related Articles
Pendidikan

SMA Unggul Garuda 2026 Resmi Dibuka, Kemdiktisaintek Siapkan Generasi Berdaya Saing Global

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi membuka pendaftaran program...

Pendidikan

Putra-putri IKN Jangan Lewatkan Kesempatan Ini! Beasiswa Otorita IKN-Universitas Brawijaya

IKNPOS.ID - Putra-putri yang berdomisili di wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN),...

Pendidikan

Kemdiktisaintek Dorong Kampus Kembangkan Riset Berbasis Potensi Lokal

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi di Indonesia...

Menteri Sekretaris Negara Pratikno
Pendidikan

Pemerintah Atur Penggunaan AI di Sekolah, Faktor Usia dan Kesiapan Anak Jadi Pertimbangan Utama

Pemerintah mulai menerapkan aturan terkait pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di lingkungan...