8. Mual, Muntah, atau Rasa Seperti Masuk Angin
Gejala ini sering terjadi saat aliran darah ke jantung berkurang. Banyak orang keliru mengira ini sebagai gangguan lambung atau maag, padahal bisa menjadi gejala awal serangan jantung, terutama jika disertai keringat dingin dan lemas.
Wanita lebih sering mengalami gejala seperti ini dibandingkan pria, sehingga sering terlambat dikenali.
Risiko Serius Jika Gejala Ini Diabaikan
Ketika gejala awal tidak dikenali, penyakit jantung akan berkembang secara diam-diam. Berikut beberapa risiko serius yang bisa terjadi jika tidak ditangani segera:
Serangan jantung mendadak yang terjadi tanpa gejala berat sebelumnya.
Gagal jantung kronis yang membatasi aktivitas harian dan memperburuk kualitas hidup.
Aritmia berat yang dapat menyebabkan henti jantung mendadak.
Stroke, akibat bekuan darah yang berasal dari jantung dan menyumbat pembuluh darah otak.
Banyak kasus serangan jantung terjadi pada orang yang terlihat sehat karena mereka tidak memperhatikan gejala ringan yang muncul berbulan-bulan sebelumnya.
Cara Deteksi Dini Penyakit Jantung
Deteksi dini sangat penting agar penyakit jantung tidak berkembang menjadi kondisi fatal. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:
Elektrokardiogram (EKG): Untuk mengetahui irama dan aktivitas listrik jantung.
Tes treadmill: Untuk melihat respons jantung saat stres fisik.
Ekokardiografi: Untuk menilai struktur dan fungsi jantung secara langsung.
Tes darah: Untuk mengecek kadar kolesterol, trigliserida, gula darah, dan penanda inflamasi.
CT-scan jantung atau angiografi: Untuk melihat penyempitan pembuluh darah koroner.
Konsultasikan ke dokter jika kamu memiliki gejala ringan yang terus berulang, apalagi jika memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
Tips Mencegah Penyakit Jantung Sejak Dini
Pola hidup sehat dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung secara signifikan. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu terapkan: