2. Sesak Napas yang Tidak Wajar
Kesulitan bernapas saat tidak melakukan aktivitas berat bisa menjadi tanda jantung tidak memompa darah dengan efisien. Jika kamu sering terengah-engah meskipun hanya berjalan pelan, ini bisa jadi pertanda awal gangguan jantung.
Sesak napas yang memburuk saat berbaring juga perlu diwaspadai, karena bisa mengindikasikan penumpukan cairan di paru-paru akibat gagal jantung.
3. Mudah Lelah Meski Aktivitas Ringan
Kelelahan yang tidak biasa, terutama setelah melakukan aktivitas ringan seperti berjalan sebentar atau naik tangga, bisa mengindikasikan bahwa jantung kamu mulai bermasalah. Kondisi ini terjadi karena suplai oksigen ke jaringan tubuh tidak maksimal.
Jika kamu merasa kelelahan terus-menerus tanpa sebab yang jelas, itu bukan sesuatu yang normal.
4. Nyeri atau Rasa Tidak Nyaman di Rahang, Leher, atau Punggung
Gejala ini sering terjadi pada wanita dan bisa mengecoh karena tidak berhubungan langsung dengan jantung. Namun, nyeri yang muncul secara tiba-tiba, menjalar, dan tidak membaik dengan istirahat bisa menandakan serangan jantung.
Gejala ini sering dianggap sebagai ketegangan otot biasa, padahal bisa menjadi tanda serius jika disertai gejala lain seperti lemas atau mual.
5. Jantung Berdebar Tidak Beraturan
Jika kamu sering merasa jantung berdetak cepat, tidak beraturan, atau seperti “melompat,” ini bisa mengindikasikan gangguan irama jantung atau aritmia. Kondisi ini tidak selalu berbahaya, tetapi jika disertai pusing atau rasa ingin pingsan, sebaiknya segera periksa ke dokter.
6. Pembengkakan pada Kaki atau Pergelangan
Saat jantung tidak bekerja optimal, cairan bisa menumpuk di bagian tubuh tertentu, terutama kaki dan pergelangan. Ini disebut edema, dan merupakan gejala awal gagal jantung.
Jika pembengkakan semakin parah di malam hari atau disertai dengan penambahan berat badan yang cepat, kondisi ini tidak boleh dianggap remeh.
7. Gangguan Tidur Tanpa Sebab yang Jelas
Beberapa penderita gangguan jantung mengeluhkan sulit tidur, terbangun tengah malam karena sesak napas, atau tidur tidak nyenyak. Ini bisa menjadi tanda bahwa jantung mengalami kesulitan memompa darah saat tubuh dalam posisi berbaring.
Gangguan tidur kronis juga dapat memperparah risiko penyakit jantung jika tidak ditangani.