Home Tekno Jadi Mata Uang Digital Global, Risiko Tokenomics dan Tekanan Harga Membayangi Pi Network
Tekno

Jadi Mata Uang Digital Global, Risiko Tokenomics dan Tekanan Harga Membayangi Pi Network

Share
Cryptocurrency
Pi Network digadang sebagai mata uang digital berbasis komunitas dengan 100 juta pengguna lebih. Meski menjanjikan transaksi cepat dan akses global, tantangan teknikal dan risiko tokenomics masih menjadi bayang-bayang.. Foto: X
Share

IKNPOS.ID – Saat ini keuangan digital tengah memasuki babak baru dengan munculnya berbagai aset kripto yang mencoba mengisi celah di ekosistem global. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Pi Network, proyek yang digadang sebagai mata uang digital berbasis komunitas dengan potensi menjangkau semua kalangan.

Dengan dukungan lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia, Pi Network mengusung visi menghadirkan sistem transaksi cepat, tanpa batas, dan inklusif.

Para pendukungnya menyebut Pi bukan sekadar kripto, melainkan gerakan sosial yang bertujuan menciptakan kebebasan, kesetaraan, dan kesempatan bagi siapa pun di era ekonomi digital baru.

Narasi komunitas menekankan bahwa Pi Coin dapat menjadi tulang punggung transaksi sehari-hari, mulai dari aplikasi hingga layanan lintas negara. Analogi yang dipakai bahkan digambarkan seperti astronot yang menancapkan bendera Pi di horizon baru, melambangkan lahirnya era baru uang digital.

Namun, di balik optimisme tersebut, tantangan teknikal dan risiko tokenomics masih menjadi perhatian. Dari sisi teknikal, indikator seperti MACD yang bearish dan CRSI yang berada di level jenuh beli (overbought) menunjukkan bahwa pergerakan harga Pi masih rentan terhadap koreksi. Saat ini, level support berada sedikit di atas US$0,34, menjadikannya pasar yang cenderung dikuasai trader ketimbang investor jangka panjang.

Selain itu, komunitas Pi terbelah dalam menanggapi isu unlock koin besar-besaran yang dijadwalkan September 2025.

Sebagian melihat hal ini sebagai langkah menuju likuiditas, sementara pihak lain khawatir suplai berlebih justru akan menekan harga. Ditambah lagi, hingga kini, listing di bursa besar (CEX) dan akses likuiditas global masih belum terealisasi.

Meski demikian, pertumbuhan ekosistem Pi tetap nyata. Aktivitas over-the-counter (OTC) menunjukkan adanya permintaan, dan berbagai inisiatif komunitas memperlihatkan geliat pertumbuhan organik.

Bagi sebagian besar pioneer, Pi Network tetap dipandang sebagai peluang untuk menempatkan masyarakat pada posisi penting dalam sistem keuangan digital yang tengah berkembang.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...