Home Uncategorized HEBOH! Bitcoin Pecahkan Rekor, Tembus Rp 2 Miliar per Keping, Pasar Kripto Geger!
Uncategorized

HEBOH! Bitcoin Pecahkan Rekor, Tembus Rp 2 Miliar per Keping, Pasar Kripto Geger!

Share
Infografis perbandingan Bitcoin vs Dolar AS sebagai penyimpan nilai di hari Ulang Tahun Satoshi Nakamoto
Ulang Tahun ke-50 Satoshi Nakamoto, Mampukah Bitcoin Akhiri Dominasi Dolar AS--
Share

IKNPOS.ID – Harga mata uang kripto paling populer di dunia, Bitcoin, resmi mencatat sejarah baru. Pada Rabu (13/8/2025) malam waktu Amerika Serikat, harga Bitcoin sempat menyentuh 124.237 dolar AS atau setara sekitar Rp 2 miliar per keping.

Menurut data MarketWatch, lonjakan ini terjadi sekitar pukul 20.30 waktu AS. Meski sempat turun tipis di bawah level 124.000 dolar AS, penurunan tersebut tidak terlalu signifikan.

Hingga Kamis pagi waktu Indonesia (09.45 WIB), harga Bitcoin berada di kisaran 123.536 dolar AS atau sekitar Rp 1,99 miliar per keping.

Kenaikan Konsisten Sejak Awal Tahun

Sejak awal 2025, harga Bitcoin sudah naik sekitar 33 persen. Bahkan, jika dilihat dalam periode 12 bulan terakhir, lonjakannya mencapai hampir 120 persen.

Perjalanan ini semakin mencengangkan jika kita melihat sejarahnya. Pada awal kemunculannya di tahun 2009 2010, harga Bitcoin hanya sekitar 0,003 dolar AS atau kurang dari Rp 50 per keping. Kini, nilainya setara harga satu rumah mewah di Jakarta.

Regulasi AS Jadi Pemicu Kenaikan

Salah satu faktor utama yang mendorong harga Bitcoin menembus rekor ini adalah regulasi cryptocurrency yang lebih longgar di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Pada 7 Agustus 2025 lalu, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan dana pensiun 401(k) di Amerika Serikat diinvestasikan dalam mata uang kripto, termasuk Bitcoin.

Kebijakan ini membuka pintu bagi jutaan pekerja AS untuk menempatkan sebagian dana pensiun mereka ke aset digital, sehingga potensi permintaan Bitcoin meningkat drastis.

Selain itu, persetujuan produk ETF (exchange-traded fund) berbasis kripto di pasar AS membuat investor institusional semakin percaya diri menaruh modal di Bitcoin.

Sentimen Positif dari Halving dan The Fed

Kenaikan harga juga dipicu oleh sentimen menjelang peristiwa “halving” Bitcoin, yaitu pemangkasan suplai koin baru yang biasanya terjadi setiap empat tahun sekali. Halving mengurangi laju inflasi Bitcoin dan secara historis sering diikuti lonjakan harga.

Tidak hanya itu, pasar juga optimis dengan rencana Bank Sentral AS (The Fed) yang kemungkinan akan memangkas suku bunga pada September mendatang.

Penurunan suku bunga biasanya mendorong minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin karena biaya modal menjadi lebih murah.

Share
Related Articles
KIPI Maloy harus direvitalisasi
Uncategorized

Pemprov Kaltim Siapkan Rp10,5 Miliar untuk Tim Ahli Gubernur 2026, Ini Rincian Honor hingga Perjalanan Dinas

IKNPOS.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menyiapkan anggaran sebesar Rp10,5...

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Foto: Dok/Puspen TNI
Uncategorized

Panglima TNI Sebut Status Siaga 1 untuk Uji Kesiapsiagaan Prajurit dan Alutsista

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Agus Subiyanto menegaskan bahwa instruksi status Siaga...

Uncategorized

Fitur-Fitur Canggih Galaxy S26: AI Makin Pintar, HP Bisa Atasi Masalah Sendiri

IKNPOS.ID - Samsung Electronics resmi memperkenalkan flagship terbarunya, Samsung Galaxy S26, dengan...

Uncategorized

Pemerintah Bangun Madrasah Terintegrasi di IKN, Lengkap dari RA hingga MA dengan Asrama

IKNPOS.ID - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) berencana membangun Madrasah Terintegrasi di...