Home Tekno Harga Pi Network Nyungsep, Sinyal Bahaya atau Waktunya Buy the Dip?
Tekno

Harga Pi Network Nyungsep, Sinyal Bahaya atau Waktunya Buy the Dip?

Share
Harga Pi Network Nyungsep
Harga Pi Network Nyungsep, Image: CoinMarketCap
Share

Risiko Tetap Ada: Dukungan Fundamental Masih Lemah

Meskipun strategi beli saat diskon menarik bagi sebagian orang, banyak pihak mempertanyakan dasar fundamental Pi Network. Sampai saat ini, hanya sedikit aplikasi terdesentralisasi (dApp) yang benar-benar aktif di jaringan Pi. Selain itu, mayoritas koin masih terkunci dan belum dapat digunakan oleh pengguna umum.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana mungkin harga naik stabil jika utilitas masih terbatas?

Support Teknis: Apakah Harga Akan Stabil?

Secara teknikal, beberapa analis mencatat bahwa harga Pi Network telah mencapai zona support kuat. Masih dari laporan Coin World, akun komunitas X bernama The Times of PiNetwork menyebut bahwa support di kisaran $0,34 menjadi titik penentu arah harga berikutnya. Jika support ini jebol, tekanan jual berpotensi meningkat drastis.

Namun jika harga mampu bertahan, peluang rebound tetap terbuka. Trader berpengalaman biasanya menjadikan titik-titik seperti ini sebagai area pengambilan posisi awal, sambil menunggu konfirmasi dari volume dan sentimen pasar.

Kapan Harga Pi Network Akan Naik Lagi?

Pertanyaan ini tidak memiliki jawaban pasti. Namun, ada beberapa indikator yang bisa dipantau:

  • Aktivitas pengembang: Jika tim Pi Network mulai kembali aktif merilis pembaruan, pasar akan merespons positif

  • Adopsi aplikasi: Munculnya lebih banyak dApp yang berguna akan meningkatkan permintaan terhadap token Pi

  • Ketersediaan koin: Jika lebih banyak pengguna mendapatkan akses ke koin mereka, volume perdagangan akan meningkat secara organik

Tanpa ketiga hal di atas, pemulihan harga mungkin hanya bersifat sementara dan spekulatif.

Kritik Komunitas: Minimnya Progres dan Koin Terkunci

Melansir sumber yang sama, Kim H Wong, salah satu suara aktif di komunitas Pi, menyoroti minimnya aplikasi terdesentralisasi dan masih terkuncinya sebagian besar koin. Menurutnya, hal ini menghambat adopsi luas dan merusak kepercayaan pengguna.

Ia menyarankan dua hal penting: pertama, membuka lebih banyak peluang bagi pengembang untuk menciptakan aplikasi di jaringan Pi, dan kedua, mempercepat tahap migrasi berikutnya agar lebih banyak pengguna dapat mengakses koin mereka. Tanpa langkah konkret ini, Pi akan sulit bersaing dengan jaringan kripto lainnya yang sudah lebih matang.

Share
Related Articles
Tekno

Jelang Rilis, Oppo Ungkap Tiga Warna Watch X3 Mini

IKNPOS.ID - Oppo resmi memperkenalkan tiga pilihan warna untuk smartwatch terbarunya, Oppo...

Tekno

Intip Spesifikasi dan Harga Galaxy A57 serta A37 yang Baru Dirilis

IKNPOS.ID - Samsung Electronics kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan...

Tekno

Samsung Rilis Dua Ponsel Anyar Seri A: Galaxy A57 dan Galaxy A37

IKNPOS.ID - Samsung resmi meluncurkan dua ponsel terbaru dari lini Galaxy A,...