Jika sentimen beli dari institusi terus menguat dan berhasil mengatasi tekanan jual penambang, harga Bitcoin berpotensi untuk kembali ke rekor tertinggi di atas $122 ribu.
Namun, skenario sebaliknya juga mungkin terjadi: jika tekanan jual mendominasi tanpa dukungan beli yang memadai, BTC berisiko mengalami koreksi lebih dalam. Target penurunannya hingga $114.354.
Pelaku pasar disarankan untuk mencermati kedua kekuatan ini secara seksama: pergerakan cadangan penambang dan volume inflow ETF.
Faktor Penentu Arah BTC
1. Penambang Mulai Jual
- Data CryptoQuant: Cadangan BTC penambang (Miner Reserve) turun 0.8% sejak 22 Juli, setelah sebelumnya naik 0.05%.
- Alasan: Penambang ambil untung setelah harga sentuh ATH.
- Dampak: Tekanan jual tambahan bisa picu koreksi ke $114.354.
2. ETF Institusional Penopang Harga
- Data SoSoValue: ETF Bitcoin catat inflow $237 juta dalam seminggu terakhir.
- Pemain Utama: BlackRock, Fidelity, dan Ark Invest terus akumulasi BTC.
- Proyeksi: Permintaan institusi bisa dorong BTC kembali ke $120.811.
3. Analisis Teknikal
- Support Kunci: $116.952
- Resistance: $120.811
- Skenario:
- Bullish: Jika tembus $120.811, target $122.054+.
- Bearish: Jika breakdown $116.952, waspadai drop ke $114.354.
Level teknikal kunci ini akan menjadi indikator utama yang menentukan arah harga Bitcoin sepanjang bulan Agustus 2025.
Akankah Bitcoin Agustus ini menjadi bulan pemulihan atau justru koreksi? Hanya waktu dan dinamika pasar yang akan menjawabnya.