Home News Anggaran Pendidikan Tembus Rp757,8 Triliun
NewsPendidikan

Anggaran Pendidikan Tembus Rp757,8 Triliun

Share
Anggaran pendidikan Indonesia tahun 2026 tembus Rp757,8 triliun.
Anggaran pendidikan Indonesia tahun 2026 tembus Rp757,8 triliun.
Share

Pemerintah, melalui kolaborasi erat antara Kemendikdasmen dan Kementerian PUPR, menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai basis utama untuk memetakan prioritas renovasi.

Data ini memastikan tidak ada sekolah di daerah 3T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) yang terlewat dari perhatian.

Program ini tidak berhenti pada infrastruktur. Pemerintah juga meluncurkan inisiatif inovatif untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan secara lebih fundamental:

Sekolah Rakyat (SR): Program ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (desil 1 dan 2) yang tidak memiliki akses pendidikan memadai. Sekolah Rakyat menerapkan sistem asrama (boarding school) untuk memastikan pendidikan berjalan optimal, sekaligus memutus rantai kemiskinan dengan pembekalan karakter, keahlian, dan disiplin tinggi.

Sekolah Garuda: Sebagai pelengkap, program ini menargetkan bibit-bibit unggul dari seluruh Indonesia untuk mendapatkan pendidikan berstandar internasional secara gratis. Sekolah ini akan menjadi tempat di mana talenta-talenta terbaik dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan, menguasai sains dan teknologi terkini.

Untuk menjamin akuntabilitas dan efektivitas, program rehabilitasi ini didukung teknologi canggih.

Pemerintah meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Infrastruktur Pendidikan (SIMIP), sebuah platform digital yang memungkinkan masyarakat memantau perkembangan proyek renovasi sekolah secara real-time.

SIMIP menampilkan data terperinci. Mulai dari alokasi anggaran, jadwal pembangunan, hingga foto-foto kemajuan proyek.

Platform ini juga dilengkapi dengan kanal aduan publik, yang memungkinkan masyarakat, guru, dan orang tua melaporkan setiap ketidaksesuaian di lapangan.

Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari semangat gotong royong. Pemerintah mengajak masyarakat, komite sekolah, dan tokoh lokal untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan dan pelaksanaan proyek.

Tim Gotong Royong Revitalisasi yang terdiri dari perwakilan orang tua, guru, dan tokoh desa. Ini dibentuk untuk memastikan setiap pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan standar yang telah ditetapkan.

Share
Related Articles
News

Tolak Perkum untuk Jegal Gus Yusuf, Ini 7 Poin Sikap Aspirasi Muda Nahdliyin

JAKARTA- Aspirasi Muda Nahdliyin menyatakan sikap menolak penggunaan Peraturan Perkumpulan (Perkum) sebagai...

air limbah
News

Miris! Akses Air Limbah dan Sanitasi Indonesia Terendah di ASEAN

IKNPOS.ID - Kualitas akses layanan air minum dan pengelolaan air limbah yang...

buruh tambang kaltim
News

Imbas Ketidakpastian Perpanjangan IUP: 15 Ribu Buruh Tambang di Kaltim Terancam Jadi Pengangguran

IKNPOS.ID – Ketidakpastian perpanjangan Izin Usaha Pertambangan (IUP) mulai berdampak luas terhadap...