Home Tekno Altcoin vs Token: Bedanya Apa? Panduan Lengkap untuk Pemula Kripto 2025
Tekno

Altcoin vs Token: Bedanya Apa? Panduan Lengkap untuk Pemula Kripto 2025

Share
Pi Network menawarkan nilai nyata.
Pi Network menawarkan nilai nyata.
Share

IKNPOS.ID – Dalam dunia kripto, istilah altcoin sering terdengar. Secara sederhana, altcoin adalah semua koin kripto selain Bitcoin.

Jadi, begitu Bitcoin berhasil membuka jalan, semua koin baru yang muncul disebut “alternative coin” alias altcoin.

Beberapa contoh altcoin populer antara lain:

  • Ethereum (ETH) → bukan hanya mata uang digital, tapi juga jaringan blockchain besar tempat ribuan token lahir.

  • Litecoin (LTC) → dikenal sebagai “versi lebih cepat” dari Bitcoin.

  • Solana (SOL) → blockchain dengan kecepatan transaksi tinggi, populer di kalangan developer Web3.

Ciri utama altcoin adalah punya blockchain sendiri. Itulah mengapa disebut “coin” karena berdiri dengan jaringan mandiri, bukan menumpang blockchain lain.

Seperti kata analis kripto @CryptoJ di X (Twitter):

Altcoins are currencies with their own chains. Tokens are utilities or assets built on someone else’s chain.”

Apa Itu Token Kripto?

Berbeda dengan altcoin, token kripto adalah aset digital yang dibuat di atas blockchain yang sudah ada. Artinya, token tidak memiliki blockchain sendiri, melainkan menumpang di jaringan lain dengan menggunakan smart contract.

Contoh token kripto yang cukup terkenal antara lain:

  • Uniswap (UNI) → token governance di jaringan Ethereum.

  • Shiba Inu (SHIB) → token meme berbasis Ethereum.

  • Axie Infinity (AXS) → token gaming dari ekosistem GameFi.

Seperti dijelaskan trader kripto @fintechAli di Threads:

“Coins run their own networks, while tokens are guests in someone else’s ecosystem.”

Fungsi Token dalam Ekosistem Kripto

Keunggulan token adalah fleksibilitasnya. Token bisa dipakai untuk banyak hal, mulai dari transaksi hingga representasi aset di dunia nyata. Beberapa jenis token yang populer antara lain:

  1. Utility Token → Digunakan untuk membayar layanan di suatu platform. Contoh: BNB, awalnya token di Binance Smart Chain.

  2. Governance Token → Memberi hak suara kepada pemegangnya untuk menentukan arah perkembangan proyek. Contoh: UNI, AAVE.

  3. Asset-Backed Token → Merepresentasikan nilai aset nyata, misalnya properti, emas, atau saham yang ditokenisasi.

Seperti kata developer blockchain @SatoshiLite:

“Tokens represent endless possibilities — from gaming, DeFi, to real-world assets.”

Dengan fungsi seluas ini, token menjadi kunci penting dalam dunia DeFi, Web3, dan tokenisasi aset nyata.

Share
Related Articles
Tekno

Keren! Galaxy S26+ Dilengkapi Tiga Fitur Baru Pendukung Foto dan Video

IKNPOS.ID - Samsung resmi memperkenalkan lini Galaxy S26 yang mencakup Galaxy S26,...

Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...