Home Pendidikan Akademisi Geram! Universitas Danantara Gandeng Stanford dan Tsinghua, Kenapa Kampus Lokal Malah Ditinggal?
Pendidikan

Akademisi Geram! Universitas Danantara Gandeng Stanford dan Tsinghua, Kenapa Kampus Lokal Malah Ditinggal?

Share
Share

IKNPOS.ID – Kabar gembira bagi dunia pendidikan Indonesia! Universitas Danantara resmi diperkenalkan sebagai kampus baru yang digagas oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Kampus ini hadir dengan misi ambisius: menjadi pusat pendidikan kelas dunia di bidang teknologi, kecerdasan buatan (AI), teknik (engineering), dan manajemen sumber daya manusia (HR).

Namun, di balik kemegahan visinya, proyek ini juga memantik perdebatan hangat. Sejumlah akademisi dalam negeri menyoroti kurangnya pelibatan perguruan tinggi lokal dalam proyek pendidikan berskala internasional ini.

Mari kita bahas 5 fakta penting tentang Universitas Danantara yang saat ini tengah jadi sorotan publik:

1. Fokus Utama di AI, Teknik, dan Sumber Daya Manusia

Tak seperti kampus konvensional lainnya, Universitas Danantara sejak awal dirancang untuk mengembangkan tiga pilar utama: Artificial Intelligence (AI), Teknik (Engineering), dan Manajemen Sumber Daya Manusia (HR).

Menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, dalam dua tahun ke depan, Danantara ditargetkan menjadi universitas kelas dunia yang fokus mencetak talenta digital unggul.

“Dalam dua tahun ke depan, kami ingin membuat universitas kelas dunia,” ujar Pandu dalam acara ImpactPreneurs Summit 2025 di Jakarta, Selasa (29/7/2025).

2. Gandeng 9 Universitas Ternama Dunia, Termasuk Stanford dan Tsinghua

Untuk merealisasikan visi global tersebut, Danantara menjalin kemitraan dengan sembilan universitas internasional top dunia. Tiga nama besar yang sudah diumumkan adalah:

  • Columbia University (Amerika Serikat)
  • Stanford University (Amerika Serikat)
  • Tsinghua University (China)

Khusus untuk bidang AI, Danantara memilih Tsinghua University karena kontribusi besar mereka di balik berdirinya OpenAI.

“Kenapa Tsinghua? Karena tujuh dari sebelas pendiri OpenAI berasal dari Tsinghua. Jadi yang dibilang buatan Amerika, belakang layarnya banyak dari China,” jelas Pandu Sjahrir dalam Rapat Kerja Daerah HIPMI Jaya, Jumat (25/7/2025).

3. Kampus Digital dengan Kurikulum Kolaboratif Internasional

Danantara mengadopsi konsep digital learning, project-based learning, dan riset kolaboratif lintas negara. Tidak sekadar menjadi tempat belajar, kampus ini diharapkan menjadi inkubator bagi inovasi teknologi di Indonesia.

Share