Home News TERBONGKAR! Vaksin IndoVac Bio Farma: Negara RUGI Rp225 Miliar!
News

TERBONGKAR! Vaksin IndoVac Bio Farma: Negara RUGI Rp225 Miliar!

Share
Vaksin IndoVac Bio Farma
TERBONGKAR! Vaksin IndoVac Bio Farma: Negara RUGI Rp225 Miliar
Share

IKNPOS.ID – Audit BPK menemukan potensi kerugian di Bio Farma. Gak tanggung-tanggung. Potensi kerugian terkait vaksin IndoVac (vaksin COVID-19) ini senilai Rp225 Miliar.

Bahan baku menumpuk. Penjualan tak jelas. Peringatan DPR terabaikan. Mengapa BUMN strategis ini bisa rugi besar? Siapa yang bertanggung jawab atas pemborosan uang rakyat ini?

Vaksin IndoVac adalah hasil kolaborasi dengan Baylor College of Medicine AS. Vaksin ini telah mendapat persetujuan Emergency Use Authorization (EUA) BPOM. Fatwa halal MUI. Plus sertifikasi halal dari BPJPH.

Dalam laporan hasil pemeriksaan Nomor 56/AUDITAMA VII/PDTT/05/2023 tertanggal 8 Mei 2023 seperti yang diperoleh IKNPOS.ID, BPK menemukan fakta mengejutkan: “Adanya bahan baku tambahan cytosine phosphoguanine (CpG) sebanyak 15.038,60 gram yang belum dimanfaatkan. Nilainya mencapai Rp225.019.281.532,36”.

Ini akibat bahan baku CpG yang tidak termanfaatkan. Padahal, Bio Farma memesan 24,5 kg CpG untuk target produksi 20 juta dosis vaksin.

Namun realisasi penjualan jauh di bawah ekspektasi. BPK menyoroti keputusan direksi Bio Farma yang dinilai terlalu optimis.

Memesan bahan baku besar-besaran tanpa kepastian penyerapan dari pemerintah. Akibatnya, 15.038 gram CpG senilai Rp 225 miliar nganggur. Penumpukan ini berisiko jadi beban keuangan negara.

“Kondisi tersebut mengakibatkan timbulnya potensi kerugian keuangan perusahaan atas CpG yang belum dimanfaatkan sebesar 15.038,60 gram senilai Rp225.019.281.532,36 dengan belum adanya kepastian penjualan vaksin IndoVac di tahun 2023,” demikian bunyi hasil pemeriksaan BPK dalam laporannya seperti dikutip IKNPOS.ID pada Senin, 14 Juli 2025.

Keputusan yang Berisiko Tinggi

Apa akar masalah dari potensi kerugian ini?

“BPK menyebut permasalahan ini bersumber dari keputusan Direksi Bio Farma yang memutuskan dan menyetujui opsi pemesanan CpG dengan target penjualan 20 juta dosis hanya berdasarkan justifikasi bisnis.

“Direksi Bio Farma memutuskan dan menyetujui opsi untuk pemesanan CpG dengan target penjualan 20 juta dosis hanya berdasarkan justifikasi bisnis walaupun pada saat itu belum terdapat kejelasan atas penjualan vaksin dan kepastian penyerapan vaksin oleh Pemerintah,“ lanjut BPK dalam laporan pemeriksaannya.

Share
Related Articles
News

Tanam Pohon di KIPP, ASN IKN Jadi Contoh Pelestarian Alam Kota Baru

IKNPOS.ID - Dalam upaya membangun Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berkelanjutan, Menteri...

Kaltim 'KETIBAN DURIAN RUNTUH', Belanja Pemerintah Gila-gilaan, IKN Jadi SUMBER CUAN
News

ASN IKN Didorong Jadi Pelopor Smart Governance dan Tata Kelola Masa Depan

IKNPOS.ID - Ibu Kota Nusantara (IKN) kini menjadi fokus transformasi birokrasi Indonesia....

News

Sungai Citalahab Meluap, 164 Warga Pamarican Dievakuasi Tengah Malam

IKNPOS.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memicu...

News

Tujuh Koper Wisatawan Thailand Raib di Bromo, Polisi Bentuk Tim Khusus Cari Pelaku

IKNPOS.ID - Kasus pencurian yang menimpa wisatawan asal Thailand di kawasan Gunung...