Home Tekno STOP! Jangan Investasi Pi Coin Sebelum Baca Ini, Potensi Besar Tapi Risiko Gila!
Tekno

STOP! Jangan Investasi Pi Coin Sebelum Baca Ini, Potensi Besar Tapi Risiko Gila!

Share
Foto ilustrasi Pi Network (Dokumen Istimewa)
Share

IKNPOS.ID – Pasar kripto global saat ini sedang dipenuhi oleh sorotan tajam terhadap stablecoin, mata uang digital yang nilainya relatif stabil karena didukung oleh aset nyata seperti dolar AS.

Di tengah dominasi stablecoin yang semakin kuat dan mendapat dukungan regulasi, muncul pertanyaan besar: mampukah Pi Coin, kripto besutan Pi Network, bersaing dan bertahan?

Pi Network, yang bermimpi menciptakan mata uang digital global yang mudah diakses oleh siapa saja melalui ponsel pintar, menghadapi tantangan besar di pasar yang kian padat ini.

Stabilitas dan kepercayaan menjadi nilai jual utama stablecoin, sementara Pi Coin masih dihadapkan pada volatilitas harga dan keterbatasan likuiditas.

Stabilitas vs Inovasi: Pertarungan Dua Karakter

Stablecoin seperti USDT, USDC, dan USD1 (stablecoin milik World Liberty Financial) telah menawarkan stabilitas harga, dukungan institusional, dan aturan yang semakin jelas.

Inilah yang membuat banyak pengguna merasa aman menggunakan stablecoin untuk transaksi harian atau menyimpan nilai.

Di sisi lain, Pi Coin hadir dengan pendekatan unik mudah ditambang, cukup lewat aplikasi ponsel tanpa perlu perangkat mahal. Dengan lebih dari 65 juta pengguna global, komunitas Pi yang aktif menjadi kekuatan utama di balik proyek ini.

Namun, tantangannya jelas: harga Pi Coin per 1 Juli 2025 tercatat di angka $0,4961, turun 5% dalam 24 jam terakhir, dan diprediksi bisa menyentuh $0,40 jika tekanan jual berlanjut.

Mudah Ditambang, Sulit Diterima Pasar?

Salah satu keunggulan Pi adalah aksesibilitasnya. Pengguna cukup mengunduh aplikasi dan menambang koin hanya dengan mengetuk layar.

Tidak butuh wallet rumit atau pengetahuan teknis mendalam seperti pada Bitcoin atau Ethereum. Inilah yang membuat Pi sangat populer, khususnya di negara berkembang.

Namun sayangnya, kemudahan ini belum cukup untuk menyaingi kepercayaan yang dimiliki stablecoin.

Pi Coin masih sulit ditukar di bursa besar, belum memiliki dukungan institusional, dan utilitas dunia nyatanya masih terbatas.

Tanpa integrasi luas di e-commerce, perbankan, atau pembayaran ritel, nilai Pi akan terus berputar dalam komunitas terbatas.

Share
Related Articles
Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...