Home Bisik Disway Skandal Mega di Kemendikbudristek! Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun Diduga Rasuah, ICW dan Kopel Soroti Kejanggalan
Bisik Disway

Skandal Mega di Kemendikbudristek! Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun Diduga Rasuah, ICW dan Kopel Soroti Kejanggalan

Share
Share

Ketidakhadirannya yang berulang kali ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Jurist Tan saat ini berada di luar negeri. Tampaknya Kejaksaan Agung kecolongan untuk saksi kunci satu ini.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, menyatakan pihaknya sedang mendalami peran masing-masing pihak.

“Indikasi adanya persekongkolan jahat untuk memperkaya diri sendiri dan merugikan negara semakin terlihat,” jelas Harli.

Penyelidikan tidak hanya berfokus pada mark-up harga. Tetapi juga menelusuri kemungkinan gratifikasi atau suap.

Selain itu, Kejagung akan memeriksa kualitas Chromebook yang telah didistribusikan, menyusul laporan tentang spesifikasi yang tidak sesuai kontrak.

Terkait hal ini, Disway juga sudah berusaha menghubungi kuasa hukum Nadiem Makariem, Hotman Paris. Tetapi, hingga berita ini ditayangkan, Pengacara hedon itu belum memberikan jawaban.

Jejak Fakta Penting Kasus Korupsi Chromebook

Berikut rangkuman jejak fakta krusial yang telah muncul ke permukaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, yang terus menyeret nama Nadiem Makarim:

1. Anggaran yang Menggunung dan Prioritas Janggal

Dana Fantastis: Program Digitalisasi Sekolah ini mengalokasikan anggaran mencapai Rp9,9 triliun, tersebar di seluruh Indonesia.

Klaim Distribusi: Nadiem Makarim mengklaim 1,1 juta unit laptop, modem 3G, dan proyektor telah didistribusikan ke lebih dari 77 ribu sekolah selama 4 tahun, demi mendukung pembelajaran jarak jauh dan literasi digital.

2. Harga Menggelembung dan Spesifikasi yang Diragukan

Dugaan Markup: Laporan awal mengindikasikan harga pembelian Chromebook jauh di atas harga pasar.

Kualitas di Bawah Standar: Ada keluhan mengenai spesifikasi perangkat yang diterima sekolah-sekolah yang tidak sesuai standar atau tidak sebanding dengan harga.

Spesifikasi rendah: Hanya 4GB RAM, penyimpanan 32GB, dan bergantung pada internet.

Vendor Lokal yang Terlibat: Data e-katalog LKPP menyebut enam vendor lokal: Zyrex, Axioo, Advan, Evercoss, Supertone (SPC), dan TSMID, dengan TKDN 25-40%.

Share
Related Articles
Bisik Disway

Menuju Indonesia Satu Aplikasi

IKNPOS.ID – Menghilangkan redundansi dan Memangkas birokrasi berbelit. Juga diharap bisa menciptakan...

Bisik Disway

Progres IKN Dikebut! Masjid Rp940 Miliar dan Istana Wapres Rp1,4 Triliun Ditarget Rampung Desember 2025

IKNPOS.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus berjalan...

Bisik Disway

Pembentukan Kementerian Haji, Upaya Memuliakan Tamu-tamu Allah

IKNPOS.ID - Pemerintah membentuk sebuah kementerian baru: Kementerian Haji. Kementerian ini punya...

Bisik Disway

GPM 2025: Harga Pangan Tetap Terjangkau, Inflasi Terkendali

IKNPOS.ID - PROGRAM ini bukan sekadar program biasa. Gerakan Pangan Murah (GPM)...