Home Tekno Ray Youssef Bongkar Kebusukan Binance: ‘Bukan Legitimasi, Tapi Beban’!
Tekno

Ray Youssef Bongkar Kebusukan Binance: ‘Bukan Legitimasi, Tapi Beban’!

Share
Binance uji coba Mainnet Pi
Spekulasi yang berkembang Binance uji coba Mainnet Pi Network secara diam-diam.Foto: IKN
Share

IKNPOS.ID – Dunia kripto kembali diguncang pernyataan pedas dari Ray Youssef, CEO NoOnes dan mantan co-founder Paxful.

Dalam podcast terbarunya bersama BeInCrypto, Youssef tanpa ragu menyebut bahwa listing token di Binance yang dulu dianggap sebagai lambang kesuksesan kini justru menjadi liabilitas alias beban.

“Listing di Binance dulu berarti sesuatu. Sekarang? Itu ciuman maut,” tegas Youssef.

Pernyataan ini memicu diskusi panas di kalangan komunitas crypto, terutama karena Binance selama bertahun-tahun dikenal sebagai tempat favorit para proyek token untuk menapaki jalur adopsi global.

Tapi menurut Youssef, semua itu berubah sejak kepergian pendirinya, Changpeng Zhao alias CZ.

Dari Mesin Pertumbuhan Menjadi Mesin Penghisap

Binance dulu adalah mesin pertumbuhan (growth engine) bagi proyek-proyek baru di dunia kripto, mempopulerkan konsep ICO (Initial Coin Offering) dan membuka pintu eksposur luas untuk token-token kecil.

Tapi kini, menurut Youssef, Binance berubah arah: dari platform inklusif menjadi mesin ekstraktif yang hanya peduli soal keuntungan.

“Kalau kamu tidak serahkan suplai token dalam jumlah besar atau bayar biaya tinggi, mereka tidak tertarik,” ungkapnya.

Youssef juga menyebut bahwa ekspektasi bahwa Binance bisa mendorong adopsi sudah tidak relevan. Justru sebaliknya, listing di Binance kini seringkali hanya memicu ‘short pump’ (kenaikan harga sesaat) lalu diikuti ‘long dump’ (penurunan drastis). Token jadi bulan-bulanan spekulan dan investor ritel gigit jari.

Kasus Pi Network: Skema Piramida atau Inovasi Baru?

Di tengah kontroversi Binance, Pi Network kembali jadi perbincangan. Meski tidak secara eksplisit mendukung Pi, Youssef memberikan pandangan menarik soal model undangan (invite-only mining) milik proyek ini yang sering dituding sebagai skema piramida.

Menurut Youssef, penggunaan istilah “skema piramida” sering disalahartikan.

“Avon juga pakai mekanisme piramida dan berhasil jadi bisnis global. Pertanyaannya: apakah ada nilai yang benar-benar diciptakan, atau hanya memutar uang dari pengguna baru ke pengguna lama?”

Share
Related Articles
Tekno

Jelang Rilis, Oppo Ungkap Tiga Warna Watch X3 Mini

IKNPOS.ID - Oppo resmi memperkenalkan tiga pilihan warna untuk smartwatch terbarunya, Oppo...

Tekno

Intip Spesifikasi dan Harga Galaxy A57 serta A37 yang Baru Dirilis

IKNPOS.ID - Samsung Electronics kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan...

Tekno

Samsung Rilis Dua Ponsel Anyar Seri A: Galaxy A57 dan Galaxy A37

IKNPOS.ID - Samsung resmi meluncurkan dua ponsel terbaru dari lini Galaxy A,...

Tekno

Redmi Note 15 SE Segera Meluncur dengan Desain Layar Melengkung

IKNPOS.ID - Xiaomi dipastikan akan menambah lini seri Note 15 di India...