Home Tekno Pi Network Masih Bisa Dipercaya? Kenali Mana Proyek Serius Mana yang Gimmick
Tekno

Pi Network Masih Bisa Dipercaya? Kenali Mana Proyek Serius Mana yang Gimmick

Share
Pi Netwoek
Harga Pi Network, Image: DALL·E 3
Share

IKNPOS.ID – Sudah lebih dari lima tahun sejak Pi Network diluncurkan dan membangun komunitas global. Dengan open mainnet resmi aktif sejak 20 Februari 2025, pengguna kini bisa mentransfer token secara on-chain, mengembangkan aplikasi terdesentralisasi, dan memperdagangkan PI di sejumlah bursa kripto. Namun, meski tonggak besar itu telah dicapai, harga tokennya justru terus menurun ke level $0.4272 per akhir Juli 2025. Dari puncaknya di $2.98 pada Februari lalu, harga Pi Network kini terkoreksi lebih dari 85%.

Fakta ini memunculkan pertanyaan serius: masih bisakah Pi Network dipercaya sebagai proyek kripto jangka panjang, atau semua ini hanya gimmick yang rapi terbungkus oleh janji komunitas?

1. Open Mainnet Sudah Jalan, Tapi Harga Justru Anjlok

Pi Network akhirnya mewujudkan open mainnet, sebuah fase penting yang membuka jaringan sepenuhnya ke publik dan memungkinkan integrasi dengan dunia luar. Token PI kini tersedia di beberapa exchange besar menengah seperti OKX, Gate.io, dan Bitget. Namun alih-alih naik, harga justru terjun bebas usai peluncuran. Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar tidak selalu bereaksi positif terhadap milestone teknis, terutama jika tidak barengan permintaan riil.

2. Komunitas Masih Aktif, Tapi Tidak Lagi Antusias

Salah satu kekuatan utama Pi Network selama ini adalah komunitas globalnya yang besar dan militan. Namun, setelah open mainnet dibuka dan harga anjlok, banyak pionir mulai mempertanyakan arah proyek. Aktivitas komunitas memang masih ada, tapi gelombangnya tak sekuat dulu. Kepercayaan yang dulu berdiri perlahan mulai diuji oleh realita pasar.

3. Ekosistem Nyata Masih Terbatas

Meski jaringan sudah terbuka, ekosistem penggunaan token PI masih sangat terbatas. Belum ada integrasi besar-besaran dengan layanan nyata atau merchant utama. Beberapa dApp eksperimental memang muncul, tapi belum ada daya tarik global. Tanpa utilitas nyata, PI tetap dipandang sebagai aset spekulatif oleh pasar.

4. Listing Terbatas, Likuiditas Rendah

Sampai sekarang, token ini belum hadir di platform raksasa seperti Binance atau Coinbase. Tanpa likuiditas tinggi dan akses luas, harga Pi Network akan sulit menarik investor baru secara masif. Listing di bursa besar bisa menjadi pemicu kepercayaan pasar, tapi hingga saat ini itu masih belum terjadi.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...