Home Tekno Pi Network: Inflasi Super Ekstrem, Mata Uang Kripto yang Membusuk?
Tekno

Pi Network: Inflasi Super Ekstrem, Mata Uang Kripto yang Membusuk?

Share
Pi Network
Pi Network, Image: DALL·E 3
Share

Distribusi Token Masih Tidak Transparan

Satu lagi kekhawatiran yang muncul dari komunitas adalah soal distribusi. Meski Pi mengklaim sebagai mata uang yang ditambang oleh rakyat, tidak ada transparansi publik mengenai siapa yang memegang sebagian besar token.

Sumber komunitas di media sosial menyebutkan bahwa sebagian besar volume perdagangan berasal dari akun-akun besar, namun data ini belum dapat dikonfirmasi secara independen. Karena itu, di tengah lonjakan suplai, distribusi yang tidak merata bisa memperparah tekanan harga.

Masih Terjebak di Bursa Kecil

Hingga kini, Pi Network hanya tersedia di beberapa bursa kelas menengah seperti MEXC, Bitget, dan HTX, dalam bentuk IOU atau pre-listing token. Harga jualnya pun sangat fluktuatif, berkisar antara $0,20 hingga $0,60, tergantung platform dan volume saat itu (MEXC Blog, CoinTribune).

Belum adanya listing resmi di Binance atau Coinbase membuat kepercayaan publik masih rendah. Di sisi lain, banyak pionir yang menuntut agar Pi segera bisa ditransaksikan secara global agar nilai riilnya terbentuk.

Q&A: Seputar Inflasi Pi Network

Apa yang menyebabkan inflasi ekstrem di Pi Network?
Sistem mining masih terbuka, tanpa burning atau halving, sehingga suplai bertambah tiap hari tanpa batas yang jelas (CCN, 2024).

Apakah ini normal di dunia kripto?
Tidak. Sebagian besar kripto besar sudah punya kontrol suplai. Ethereum punya EIP-1559, Bitcoin punya halving, Solana punya burning sebagian fee.

Berapa tingkat inflasi Pi dibanding Bitcoin?
Bitcoin: 0,85% per tahun. Pi: diperkirakan 100–200% per tahun. Selisihnya sangat besar (Binance, BeInCrypto).

Apakah Pi bisa diselamatkan?
Hanya jika tim inti segera menerapkan reformasi tokenomics, misalnya dengan burning token, penguncian suplai baru, atau staking deflasi.

Mengapa Pi masih belum masuk bursa besar?
Diduga karena faktor transparansi proyek dan ketidakpastian legalitas token mainnet.

Akankah Pi Jadi Venezuela Versi Kripto?

Inflasi ekstrem selalu jadi tanda bahaya, baik untuk negara maupun mata uang digital. Seperti Venezuela yang mengalami hiperinflasi karena suplai bolivar yang tak terkendali, Pi Network pun bisa mengalami degradasi nilai jika laju token tidak dihentikan.

Tanpa permintaan yang setara, dan tanpa kontrol suplai, harga token akan terus turun, bahkan jika komunitasnya aktif. Tokenomics buruk adalah jalan cepat menuju keruntuhan nilai.

Share
Related Articles
Huawei MatePad Mini 2
Tekno

Bocor! Huawei MatePad Mini 2 Siap Rilis, Bawa Layar OLED dan 5G Super Ngebut

IKNPOS.ID – Informasi terbaru mengenai tablet generasi terbaru dari Huawei mulai mencuat...

realme c100
Tekno

GILA! realme C100 Siap Guncang Pasar, HP Tahan Banting Khusus Mahasiswa dengan Desain Unik Blooming

IKNPOS.ID – realme kembali bersiap meramaikan pasar entry-level dengan menghadirkan perangkat terbaru...

Melalui peluncuran global Redmi K90 Max , Xiaomi, vendor asal China ini resmi memperkenalkan standar baru dalam ketahanan daya smartphone.
Tekno

Xiaomi Uji Ponsel Redmi dengan Baterai 10.000 mAh, Tren Baru di Industri Smartphone

Xiaomi dilaporkan sedang mengembangkan tiga ponsel pintar terbaru melalui submerek Redmi yang...

Tekno

Harga HP Samsung Terbaru April 2026 Stabil, A Series Justru Naik! Ini Daftar Lengkapnya

IKNPOS.ID - Pasar smartphone Tanah Air kembali menunjukkan dinamika menarik. Per 26...