Home Tekno Pasokan Gila-Gilaan, Harga Lesu! Siapa yang Bertanggung Jawab atas Nasib Pi Coin?
Tekno

Pasokan Gila-Gilaan, Harga Lesu! Siapa yang Bertanggung Jawab atas Nasib Pi Coin?

Share
Foto ilustrasi Pi Network (Dokumen Istimewa)
Share

IKNPOS.ID – Harga Pi Network (Pi Coin) kembali menghadapi tekanan besar. Penyebab utamanya? Lonjakan pasokan token yang tidak dibarengi dengan strategi pengelolaan yang jelas.

Situasi ini membuat komunitas mulai meragukan masa depan jangka panjang dari proyek kripto yang sempat digadang-gadang sebagai “kripto revolusioner” ini.

Di tengah reli pasar kripto global yang sedang menguat, tim inti Pi Network (Pi Core Team/PCT) justru dinilai lamban dalam mengambil langkah strategis. Akibatnya, optimisme para investor kian memudar.

Pasokan Token Pi Membengkak, Harga Terkunci di Level Stagnan

Dalam unggahan terbaru di media sosial X (sebelumnya Twitter), analis kripto bernama Zoe menyebut bahwa akar permasalahan utama dari kelesuan harga Pi Coin saat ini adalah mekanisme pasokan token yang terus meningkat tanpa kontrol.

“Sejak awal, Pi Network mengizinkan pengguna menambang koin melalui ponsel. Tapi seiring makin banyak token masuk ke sirkulasi, harga Pi Coin pun makin tertekan,” ujar Zoe.

Yang mengkhawatirkan, hingga kini tidak ada sistem deflasi seperti token burn (pembakaran koin) yang biasanya digunakan proyek kripto lain untuk menjaga nilai token agar tetap langka dan bernilai.

Fakta Mencengangkan: 92,4% Token Masih Terkunci

Berdasarkan data komunitas, dari total suplai 100 miliar token Pi, baru sekitar 2,5% yang sudah dibuka dan bisa diperjualbelikan. Selain itu, sekitar 5,2 miliar token telah dipindahkan namun masih terkunci karena batas waktu tertentu.

Artinya, saat ini hanya sekitar 7,6% dari total token yang benar-benar bisa digunakan.

Masalahnya, tidak ada kejelasan dari pihak resmi tentang kapan sisa 92,4% token akan dirilis. Tidak ada jadwal resmi, mekanisme distribusi, atau roadmap detail yang bisa memberikan gambaran kepada investor.

Kondisi ini membuat banyak investor institusional dan bursa kripto besar enggan masuk lebih dalam, karena mereka butuh transparansi dalam manajemen sirkulasi koin.

Token Baru Dibuka Setiap Hari, Harga Terancam Anjlok

Masalah jangka pendek kini semakin genting. Pasalnya, Pi Foundation dijadwalkan membuka lebih dari 19 juta token dalam waktu dekat, dengan nilai nyaris USD 10 juta berdasarkan harga pasar saat ini.

Dalam 30 hari ke depan, lebih dari 272 juta token akan dilepas ke pasar, dengan rata-rata 10 juta token dibuka setiap hari. Jika tren ini berlanjut, lebih dari USD 106 juta dalam bentuk token Pi akan membanjiri pasar.

“Jika tidak ada peningkatan permintaan atau lonjakan popularitas, maka kenaikan pasokan bisa jauh melampaui daya serap pasar,” tulis seorang pengguna forum Pi Network.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...