Home Tekno PANIK! Fitur ‘Staking’ Pi Network Picu Kontroversi, Ribuan Token Terkunci Tak Ada Cuan!
Tekno

PANIK! Fitur ‘Staking’ Pi Network Picu Kontroversi, Ribuan Token Terkunci Tak Ada Cuan!

Share
Harga Pi Network Terjun ke Rp7.980, Tapi Analis Yakin Tak Akan Tembus Rp6.000
Share

IKNPOS.ID – Tanggal 28 Juni 2025, Pi Network meluncurkan dua fitur baru dalam perayaan tahunan Pi2Day, yakni Pi App Studio, alat untuk membuat aplikasi tanpa perlu kemampuan coding.

Selain itu, Ecosystem Directory Staking, fitur untuk mendukung aplikasi favorit dalam ekosistem Pi.

Sayangnya, fitur kedua ini menimbulkan kekacauan besar di komunitas. Banyak pengguna mengira “staking” = menghasilkan imbal hasil, padahal kenyataannya tidak ada keuntungan dari staking ini.

Apa Itu Fitur Ecosystem Directory Staking?

Menurut Pi Core Team, staking ini bukan untuk investasi atau menghasilkan bunga, melainkan untuk meningkatkan peringkat aplikasi dalam direktori Pi App.

Pengguna bisa memilih periode staking:

  • Harian

  • Bulanan

  • Tahunan

Selama periode staking, token Pi akan terkunci dan tidak bisa digunakan untuk transaksi apa pun. Setelah masa staking berakhir, token akan dikembalikan, tanpa bunga.

Banyak Pengguna Kecewa: Token Terkunci, Tidak Bisa Dibatalkan

Minh Thuan, salah satu pengguna asal Ho Chi Minh City, menyampaikan kekecewaannya:

“Saya kira bisa dapat imbal hasil, jadi saya staking 3.000 Pi di aplikasi Maps of Pi untuk satu tahun. Ternyata nggak bisa dicairkan!”

Banyak pengguna lain mengalami hal serupa. Mereka terpengaruh promosi dari KOL (Key Opinion Leader) yang menyebut staking Pi akan menguntungkan, padahal tidak demikian kenyataannya.

Dampak Langsung ke Harga Pi Coin

Setelah fitur ini diluncurkan dan banyak pengguna menyadari kesalahpahaman, harga Pi Coin langsung drop.

  • 26 Juni: Harga Pi Coin sekitar $0,66

  • 1 Juli: Harga anjlok ke $0,50

Kondisi ini diperparah dengan kabar akan adanya unlock token besar-besaran pada bulan Juli 2025, yang meningkatkan tekanan jual.

Klarifikasi dari Pi Core Team

Menanggapi kekacauan ini, Pi Core Team merilis pernyataan resmi pada 30 Juni 2025:

“Tidak ada reward di level protokol untuk staking ini. Kami tidak mendorong satu aplikasi dibanding yang lain. Developer pihak ketiga boleh memberikan insentif jika mau, tapi itu bukan tanggung jawab kami.”

Setelah klarifikasi ini, fitur staking langsung disuspend sementara waktu, tapi banyak pengguna masih belum bisa mengakses token yang telah mereka staking.

Share
Related Articles
Tekno

Samsung Siapkan Perombakan Besar Galaxy S27, Kamera Belakang, dan Fitur Magnetik Jadi Sorotan

IKNPOS.ID – Samsung dikabarkan tengah mengevaluasi perubahan signifikan pada desain kamera belakang...

Tekno

Bosan dengan Smartphone GenZ Alihkan Pandangan ke Sini

GenZ bosan smartphone