Home Tekno Lelang Domain Pi Network KACAU! Jadi Ajang Spekulasi Liar, Investor Rebutan Nama di Web3
Tekno

Lelang Domain Pi Network KACAU! Jadi Ajang Spekulasi Liar, Investor Rebutan Nama di Web3

Share
lelang domain pi network
Lelang domain dalam Pi Network memicu kekacauan akibat gelombang spekulasi. Bagaimana dampaknya terhadap pengembangan Web3 dan masa depan ekosistem Pi Network?Foto: X
Share

IKNPOS.ID – Waduh! Lelang domain Pi Network menghadapi kekacauan. Ajang lelang malah jadi spekulasi liar, para investor dan pedagang berebut nama di Web3.

Pi Network tengah menghadapi tantangan baru dalam ekspansi Web3-nya. Lelang domain yang semula ditujukan untuk mendukung pengembangan aplikasi terdesentralisasi (DApp) justru berubah menjadi ajang spekulasi liar.

Seperti yang disorot oleh @DanielFenelus2, banyak pionir, investor dan pedagang berlomba mengamankan nama domain. Namun domain-domain itu bukan untuk dirinya sendiri melainkan dijual lagi demi keuntungan besar. Bukan bertujuan membangun utilitas nyata, mereka malah mencari keuntungan dari penjualan kembali domain.

Padahal, nama domain di dalam Pi Network dirancang bukan sekadar sebagai label, melainkan sebagai identitas digital yang melekat dalam arsitektur Web3. Domain ini memungkinkan transaksi yang lebih efisien, identifikasi pengguna, hingga pengembangan layanan berbasis Pi di dalam ekosistem yang saling terhubung.

Rebutan Nama dalam Lelang Domain Pi Network demi Mencari Keuntungan

Namun, situasi di lapangan kini menunjukkan pergeseran. Bukannya menciptakan nilai melalui inovasi, sebagian pelaku justru menimbun nama domain dengan harapan dapat menjualnya di masa depan dengan harga tinggi.

Fenomena ini mirip dengan masa awal internet, ketika nama domain diborong hanya untuk dijual kembali, bukan dikembangkan. Akibatnya, tercipta kelangkaan buatan yang berpotensi menghambat tumbuhnya proyek-proyek nyata di dalam Pi Network.

Pi Network sejak awal menegaskan komitmennya untuk membangun Web3 yang praktis dan berbasis utilitas. Namun gejolak lelang ini menunjukkan bahwa menyelaraskan perilaku komunitas dengan visi jangka panjang bukanlah hal mudah.

Di tengah pionir yang sungguh-sungguh ingin membangun DApp dan layanan berbasis domain .pi, terdapat juga segelintir pihak yang hanya mengejar keuntungan cepat.

Fenomena ini menggambarkan dilema klasik dalam dunia blockchain yaitu bagaimana menjaga keseimbangan antara keterbukaan partisipasi dan pemanfaatan yang adil.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...