Home Tekno Lawan Arus! Harga Pi Coin Melejit 30% di Saat Bitcoin Loyo, Kok Bisa? Analisisnya Bikin Merinding!
Tekno

Lawan Arus! Harga Pi Coin Melejit 30% di Saat Bitcoin Loyo, Kok Bisa? Analisisnya Bikin Merinding!

Share
harga pi network
Share

IKNPOS.ID – Di tengah pasar aset digital yang cenderung stagnan dan lesu, Pi Coin justru mencuri perhatian.

Ketika Bitcoin terpaku di kisaran $118.290 dan Ethereum kesulitan bertahan di atas $3.600, harga Pi Coin justru mampu bertahan di $0.4431.

Bahkan dalam sepekan terakhir, Pi Coin mencatat kenaikan lebih dari 30%, membuat banyak investor dan analis penasaran apakah ini awal dari terobosan besar atau sekadar euforia sesaat?

Saat Kripto Raksasa Tersendat, Pi Coin Malah Tancap Gas

Per 26 Juli 2025, inilah kondisi terkini pasar kripto:

  • Bitcoin (BTC): $118.290 | Turun tipis $81

  • Ethereum (ETH): $3.617 | Merosot $48,89

  • Solana (SOL): $184,57 | Turun $13,59

  • Pi Coin (PI): $0,4431 | Turun tipis $0,0174 dari hari sebelumnya

Meski secara intraday mengalami koreksi tipis, Pi Coin tetap berada di atas dukungan psikologis $0,43 dan sejauh ini menjadi salah satu altcoin dengan kinerja terbaik bulan ini.

Apa Rahasia Di Balik Kenaikan Pi Coin?

Pi Coin memang belum bisa diperdagangkan di bursa besar seperti Binance atau Coinbase. Namun justru karena belum listing di bursa besar itulah, harga Pi Coin di pasar OTC (over-the-counter) dan P2P lokal menjadi sangat fluktuatif dan rawan spekulasi.

Beberapa alasan mengapa Pi Coin menonjol:

  • Pasokan Terbatas di Pasar OTC: Banyak trader mencari Pi Coin secara langsung antar pengguna, menciptakan kelangkaan.

  • Kenaikan Spekulatif 30% dalam Seminggu: Menggoda investor baru untuk ikut ambil bagian.

  • Komunitas Besar: Lebih dari 47 juta pengguna telah mengunduh aplikasi penambangan Pi Network.

Ada Banyak Tanda Tanya

Di balik hype-nya, Pi Coin juga tidak luput dari kontroversi:

  1. Sentralisasi Ekstrem: Tidak seperti Bitcoin yang benar-benar terdesentralisasi, Pi Coin dikontrol penuh oleh tim pengembang inti.

  2. Mainnet Tak Kunjung Jelas: Publik terus menanti peluncuran resmi jaringan utama yang berulang kali tertunda.

  3. Token Unlock 4 Juli 2025: Pembukaan 300 juta token (4% dari total suplai) memicu kekhawatiran aksi jual besar-besaran.

  4. Belum Ada Listing Resmi: Absennya Pi Coin di bursa utama membuatnya masih berada dalam zona abu-abu.

  5. Aplikasi Penambangan Dipertanyakan: Banyak ahli menyebut sistem mining Pi sebagai tidak menghasilkan nilai nyata (tanpa proof-of-work).

Sebuah studi dari Universitas Geneva bahkan menyebut Pi Network sebagai “taman tertutup yang tersentralisasi dengan nilai ekonomi yang meragukan.”

Share
Related Articles
Tekno

Intip Spesifikasi dan Harga Galaxy A57 serta A37 yang Baru Dirilis

IKNPOS.ID - Samsung Electronics kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan...

Tekno

Samsung Rilis Dua Ponsel Anyar Seri A: Galaxy A57 dan Galaxy A37

IKNPOS.ID - Samsung resmi meluncurkan dua ponsel terbaru dari lini Galaxy A,...

Tekno

Redmi Note 15 SE Segera Meluncur dengan Desain Layar Melengkung

IKNPOS.ID - Xiaomi dipastikan akan menambah lini seri Note 15 di India...

Tekno

Keren Banget! Redmi K100 Pro Max Dikabarkan Bakal Dilengkapi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

IKNPOS.ID - Xiaomi diperkirakan akan memperkenalkan lini Redmi K100 pada Oktober 2026,...