Home Tekno Koreksi Harga Pi Network Tak Terbendung, Sinyal Akhir dari Masa Hype?
Tekno

Koreksi Harga Pi Network Tak Terbendung, Sinyal Akhir dari Masa Hype?

Share
Harga Pi Network
Harga Pi Networkm Image: CoinMarketCap
Share

Apa yang Salah dengan Pi Network?

Banyak pengguna mempertanyakan kejelasan visi dan roadmap proyek ini. Hingga kini, status mainnet publik belum terealisasi penuh. Mayoritas PI yang beredar hanya bisa ditukar dalam ekosistem internal, dan belum bisa diperdagangkan bebas di bursa besar seperti Binance atau Coinbase.

Di sisi lain, distribusi token masih belum transparan. Total suplai mencapai 100 miliar PI, namun hanya sekitar 7,74 miliar PI yang sudah beredar. Ini berarti lebih dari 92 persen suplai masih belum masuk ke pasar. Potensi tekanan jual dari distribusi mendatang masih membayangi.

Tanpa kejelasan roadmap dan akses perdagangan terbuka, sulit bagi investor institusional atau bahkan trader ritel untuk menaruh kepercayaan penuh. Situasi ini membuat Pi Network lebih bergantung pada komunitas dan harapan jangka panjang dibandingkan performa riil saat ini.

Komunitas Masih Solid, Tapi Mulai Lelah Menunggu

Satu hal yang membuat Pi Network tetap relevan adalah basis komunitasnya. Dengan lebih dari 259 ribu akun aktif dan skor proyek mencapai 73 persen, proyek ini masih memiliki daya tarik tersendiri. Namun, suara kritis mulai muncul dari dalam komunitas sendiri. Banyak yang merasa bahwa pengembangan proyek terlalu lambat dan minim komunikasi resmi.

Di media sosial, tagar-tagar seperti #OpenMainnetNow dan #FreePi sering muncul, menandakan adanya tekanan dari pengguna untuk membuka perdagangan bebas. Selama tim pengembang belum mengumumkan timeline resmi, ketidakpastian akan terus menggerus kepercayaan jangka panjang.

Sentimen Pasar: Apakah Sudah Jenuh?

Harga Pi Network yang terus menurun juga bisa mencerminkan kejenuhan pasar terhadap proyek yang belum memperlihatkan inovasi nyata. Banyak proyek Web3 dan blockchain lainnya sudah beralih ke solusi nyata seperti DePIN, AI-integrated blockchain, atau real-world asset (RWA). Sementara itu, Pi Network masih bergelut dengan persoalan distribusi dan regulasi internal.

Tanpa pembaruan besar atau adopsi strategis, sangat sulit menjaga perhatian pasar. Dalam dunia kripto, tren bergeser cepat. Jika Pi tidak segera mengambil langkah konkret, ia bisa tertinggal oleh gelombang inovasi baru yang terus bermunculan.

Share
Related Articles
Tekno

Keren Banget! Vivo X300s Jadi Ponsel Seri X Berkapasitas Baterai Terbesar

IKNPOS.ID - Vivo X300s dipastikan akan menjadi ponsel seri X dengan baterai...

Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...