Home Tekno Kejutan di Kuartal Akhir 2025: Jika Volume Whale Konsisten, Harga Pi Bisa $314.159 Lebih Cepat dari Perkiraan
Tekno

Kejutan di Kuartal Akhir 2025: Jika Volume Whale Konsisten, Harga Pi Bisa $314.159 Lebih Cepat dari Perkiraan

Share
Pi Network
Pi Network, Image: DALL·E 3
Share

IKNPOS.ID – Harga Pi Coin saat ini sedang menghadapi tekanan besar setelah tercatat adanya transfer besar-besaran sebanyak 1,5 juta token ke sejumlah bursa kripto ternama.

Data dari PiScan menunjukkan bahwa koin digital tersebut mulai berpindah ke OKX, Bitget, dan Pionex dalam 24 jam terakhir.

Aksi ini langsung memicu kecemasan di kalangan trader karena biasanya pergerakan whale (pemilik besar) menandakan niat keluar dari pasar.

Saat artikel ini ditulis, harga Pi Coin berada di angka $0,4415 atau turun 9,86% dalam sehari. Penurunan ini terasa semakin mengkhawatirkan karena terjadi di saat sebagian besar altcoin lain justru menunjukkan tren naik.

Pasar Kripto Menguat, Tapi Pi Coin Malah Terjun Bebas

Di tengah euforia pasar kripto yang mulai bangkit, Pi Coin justru seolah tertinggal. Banyak analis menilai ini bisa menjadi sinyal alarm serius, karena harga koin ini semakin dekat dengan titik terendah sepanjang masa.

Bahkan, sejumlah pakar memprediksi bahwa jika tren bearish ini berlanjut, Pi Coin bisa jatuh ke level $0,26, apalagi jika tekanan jual dari para whale terus berlanjut dan tidak ada aksi beli signifikan dari trader ritel.

Kenapa Whale Ramai-Ramai Jual Pi Coin?

Salah satu kemungkinan terbesar adalah minimnya sentimen positif terhadap Pi Coin saat ini.

Meski komunitas Pi Network masih aktif, ketidakpastian soal peluncuran mainnet terbuka dan belum adanya listing resmi di Binance membuat banyak investor kehilangan kepercayaan.

“Kalau whale sudah mulai jualan, itu biasanya tanda bahwa mereka nggak mau tunggu lebih lama. Mereka lebih pilih ambil untung atau minimal menghindari kerugian,” ujar seorang analis kripto yang mengikuti pergerakan Pi Coin sejak awal.

Sinyal Teknis Campur Aduk: RSI Naik, Tapi Harga Turun

Menariknya, meski harga turun, indikator RSI (Relative Strength Index) justru perlahan mulai naik. Ini biasanya bisa jadi sinyal awal pembalikan arah.

Tapi para analis sepakat bahwa selama tekanan jual masih tinggi, potensi reversal (pembalikan tren) sangat lemah.

Bollinger Bands juga mulai menyempit, yang artinya volatilitas sedang bersiap meningkat dalam waktu dekat. Jika ada volume beli masuk, harga bisa saja naik ke area resistance $0,47 hingga $0,52.

Namun ini semua bergantung pada keberanian pembeli baru untuk masuk saat kondisi masih tidak pasti.

Share
Related Articles
Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...