Home Tekno Kalau Pi Network Masuk Binance/Coinbase, Harga Bisa Meledak 600%!
Tekno

Kalau Pi Network Masuk Binance/Coinbase, Harga Bisa Meledak 600%!

Share
Pi Network
Share

IKNPOS.ID –Spekulasi mengenai potensi listing Pi Network di bursa kripto besar seperti Binance atau Coinbase kembali mengemuka dan memicu gelombang antusiasme di kalangan komunitas kripto. Banyak analis dan pengamat pasar meyakini bahwa jika Pi Coin resmi diperdagangkan di platform papan atas itu, lonjakan harga bisa terjadi secara eksplosif bahkan mencapai 600% dari level saat ini. Ini bukan sekadar isapan jempol, tetapi juga didukung sejumlah analisis teknikal dan sentimen pasar global.

Saat ini, Pi Coin masih diperdagangkan secara terbatas di platform pihak ketiga seperti HTX (sebelumnya Huobi), BitMart, dan XT.com dalam bentuk IOU (I Owe You), bukan versi mainnet yang sah. Artinya, meskipun ada pergerakan harga, saat ini berkisar di angka $0,46–$0,47- itu belum mencerminkan harga sesungguhnya dari koin asli di jaringan utama. Hal ini membuat potensi pergerakan harga jauh lebih besar begitu listing resmi benar-benar terjadi.

Potensi Ledakan Harga Jika Listing di Binance/Coinbase

Menurut laporan Coinpedia, salah satu media kripto internasional, skenario terbaik untuk Pi Coin adalah ketika Core Team membuka akses mainnet dan secara bersamaan mengumumkan listing resmi di bursa top-tier seperti Binance atau Coinbase.

Dalam situasi tersebut, permintaan langsung dari trader ritel, investor institusi, dan komunitas loyal Pi Network diperkirakan akan melonjak tajam. Coinpedia bahkan menyebut potensi harga bisa naik ke kisaran $5 hingga $10 per koin, setidaknya dalam waktu singkat pasca-listing.

Jika harga saat ini sekitar $0,47, maka kenaikan ke $5 berarti lonjakan hampir 1000%, sementara ke angka $3 saja sudah mencerminkan kenaikan lebih dari 600%. Ini merupakan efek psikologis dan fundamental dari listing di bursa besar, di mana kredibilitas, likuiditas, dan jangkauan pasar meningkat drastis.

Coinpedia menjelaskan bahwa token-token yang sebelumnya menjalani listing besar kerap mengalami “pump awal” yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh efek FOMO (fear of missing out) di kalangan investor, apalagi bila listing terjadi di tengah euforia pasar atau saat Bitcoin sedang bullish.

Faktor yang Menentukan Kapan dan Bagaimana Listing Bisa Terjadi

Namun, bukan berarti listing di Binance atau Coinbase semudah membalik telapak tangan. Ada beberapa prasyarat penting yang perlu dipenuhi oleh tim pengembang Pi Network:

Share
Related Articles
Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...