Home Tekno Harga Pi Network Jeblok 83% dari ATH, Tanda Proyek Kripto Gagal?
Tekno

Harga Pi Network Jeblok 83% dari ATH, Tanda Proyek Kripto Gagal?

Share
Harga Pi Network
Harga Pi Network, Image: DALL·E 3
Share

IKNPOS.ID – Harga Pi Network kembali menjadi perhatian komunitas kripto setelah mencatat penurunan tajam. Dari harga tertingginya (ATH) di $2.98 pada Februari 2025, kini harga Pi Network hanya berada di kisaran $0.4862. Artinya, nilai Pi telah anjlok lebih dari 83% dalam waktu kurang dari lima bulan.

Penurunan drastis ini mengundang pertanyaan besar dari komunitas: apakah ini sinyal kegagalan proyek Pi Network? Ataukah sekadar fase koreksi sebelum bangkit kembali?

Pasokan Melimpah, Permintaan Masih Belum Terbentuk

Salah satu faktor utama yang menekan harga Pi Network adalah ketimpangan antara pasokan dan permintaan. Total suplai Pi mencapai 100 miliar token, sementara jumlah yang beredar baru sekitar 7,62 miliar. Artinya, tekanan jual masih sangat mungkin meningkat karena banyak token yang belum dilepas ke pasar.

Volume perdagangan juga belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dalam 24 jam terakhir, volume hanya mencapai $94,33 juta dengan kapitalisasi pasar $3,7 miliar. Rasio volume terhadap market cap yang rendah menandakan pasar masih lesu dan minim transaksi riil.

Ketidakjelasan Mainnet Terbuka Jadi Masalah Utama

Harga Pi Network juga tertekan karena belum adanya kepastian soal peluncuran open mainnet. Sejak diperkenalkan pada 2019, Pi dijanjikan akan memiliki jaringan blockchain sendiri yang bisa digunakan secara luas dan terbuka.

Namun sampai sekarang, token asli dari jaringan tersebut belum benar-benar bisa diperjualbelikan secara legal dan global. Platform yang memperdagangkan PI kebanyakan hanya menawarkan IOU (janji bayar), bukan koin dari mainnet asli. Hal ini menimbulkan keraguan besar di kalangan investor dan pengguna awal.

Komunitas Mulai Kehilangan Kesabaran

Pi Network dikenal dengan komunitas besar dan antusias. Namun seiring waktu, sebagian mulai merasa lelah dan frustrasi. Banyak pengguna yang telah menambang Pi selama bertahun-tahun, tetapi belum bisa menukarkannya ke fiat atau memanfaatkannya secara nyata.

Janji-janji peluncuran yang terus diundur dan minimnya transparansi roadmap membuat sebagian komunitas mempertanyakan kredibilitas proyek. Jika tren ini berlanjut, dukungan komunitas yang menjadi kekuatan utama Pi bisa melemah.

Share
Related Articles
Tekno

Jelang Rilis, Oppo Ungkap Tiga Warna Watch X3 Mini

IKNPOS.ID - Oppo resmi memperkenalkan tiga pilihan warna untuk smartwatch terbarunya, Oppo...

Tekno

Intip Spesifikasi dan Harga Galaxy A57 serta A37 yang Baru Dirilis

IKNPOS.ID - Samsung Electronics kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan...

Tekno

Samsung Rilis Dua Ponsel Anyar Seri A: Galaxy A57 dan Galaxy A37

IKNPOS.ID - Samsung resmi meluncurkan dua ponsel terbaru dari lini Galaxy A,...