Seperti Uni Emirat Arab (UEA) atau Arab Saudi. Dikutip dari Frejun, pengguna di kedua negara ini memang memerlukan layanan VoIP premium untuk bisa menggunakan WhatsApp Call dan video call.
Layanan VoIP premium di sana biasanya datang dengan fasilitas tambahan yang menarik, seperti:
- Transkripsi dan Perekaman Panggilan: Fitur yang sangat berguna untuk kebutuhan profesional atau dokumentasi.
- Integrasi CRM (Customer Relationship Management) dan ATS (Applicant Tracking System): Khusus untuk konsumen bisnis, fitur ini mempermudah manajemen interaksi pelanggan dan pelamar kerja.
Contoh operator lokal di UEA yang menyediakan layanan VoIP premium adalah Etisalat atau DU.
Mengapa ini diterapkan? Menurut Otoritas Regulasi Telekomunikasi UEA (TDRA), panggilan suara dan video WhatsApp dilarang karena alasan regulasi dan keamanan.
Sistem enkripsi end-to-end WhatsApp membuat Pemerintah UEA khawatir adanya potensi penyalahgunaan saluran komunikasi ini untuk kegiatan melanggar hukum.
Termasuk kriminal dan teroris. TDRA adalah badan hukum yang bertanggung jawab mengatur sektor telekomunikasi dan transformasi digital entitas pemerintah di UEA.
Kenapa Kominfo Pertimbangkan Aturan Ini?
- Ketimpangan Ekonomi: Operator membangun infrastruktur, tapi OTT dapat untung besar tanpa berbagi biaya.
- Kualitas Layanan: VoIP gratis sering tidak stabil, sementara versi berbayar bisa lebih lancar.
- Referensi Internasional: Negara seperti Uni Emirat Arab sudah menerapkan VoIP premium.
Negara yang Sudah Terapkan VoIP Berbayar
- Uni Emirat Arab (UEA): WhatsApp Call diblokir kecuali paket premium.
- Arab Saudi: Layanan VoIP hanya bisa dipakai lewat operator lokal.
- China: WeChat Call & FaceTime diatur ketat oleh pemerintah.
Opsi Kebijakan yang Mungkin Diterapkan
- Paket Kuota Khusus VoIP (misal: Rp20.000/bulan untuk WhatsApp Call).
- Quality of Service (QoS) Wajib – OTT harus jamin kualitas layanan.
- Kolaborasi dengan Operator – Bagi hasil pendapatan antara OTT dan Telko.
Dampak Bagi Pengguna Internet Indonesia
- Biaya Komunikasi Naik: Panggilan video & voice bisa jadi lebih mahal.
- Kualitas Lebih Baik: Jika berbayar, mungkin lebih stabil.
- Potensi Pembatasan Akses: Jika tidak beli paket premium, fitur call bisa diblokir.
Jika pembatasan layanan dasar telekomunikasi di WhatsApp dan lainnya tidak memungkinkan, Denny menyebut pemerintah akan menerapkan kewajiban Quality of Service (QoS) bagi OTT untuk meningkatkan layanan.
- Alasan WhatsApp Call Berbayar di Indonesia
- Apakah WhatsApp Call akan berbayar
- Apakah WhatsApp Call akan berbayar di Indonesia
- Aturan VoIP Komdigi
- Aturan VoIP Kominfo Biaya WhatsApp Call Regulasi OTT Indonesia Internet Premium
- Beban Operator Seluler
- Cara tetap bisa pakai WhatsApp Call gratis
- Cara tetap gratis pakai WhatsApp Call
- Dampak aturan VoIP baru Kominfo
- Dampak Kebijakan Internet Premium pada Pengguna Zoom Skype
- Dampak kebijakan VoIP premium bagi pengguna
- IKNPOS.ID
- Internet Premium UEA
- Internet premium WhatsApp
- Internet premium WhatsApp Call
- Jaringan OTT
- Kajian Komdigi Internet Premium WhatsApp Call
- Kapan aturan internet premium berlaku
- kebijakan Kominfo
- Komdigi Aturan
- Komdigi Aturan Internet
- Kualitas Layanan QoS
- layanan OTT
- Mekanisme Kontribusi OTT kepada Operator Telekomunikasi
- Operator Seluler OTT
- Pajak Komunikasi Online di Indonesia
- Perbandingan aturan VoIP Indonesia vs Uni Emirat Arab
- Perbandingan Aturan VoIP Uni Emirat Arab dan Indonesia
- Perbandingan regulasi VoIP Indonesia vs luar negeri
- Quality of Service (QoS) untuk Layanan Digital
- Solusi Model Bisnis Adil Operator dan OTT
- tarif internet baru
- Tarif Internet Berbayar
- VoIP berbayar
- VoIP Berbayar Indonesia
- Wacana Internet WhatsApp Call
- WhatsApp Call
- WhatsApp Call Berbayar
- WhatsApp Call di Indonesia
- WhatsApp Call premium