Home Tekno Debat Soal Desentralisasi Pi Network Memanas, Remittix Tawarkan Alternatif
Tekno

Debat Soal Desentralisasi Pi Network Memanas, Remittix Tawarkan Alternatif

Share
debat desentralisasi Pi Network
Pi Coin menghadapi krisis kepercayaan terkait desentralisasi. Sementara itu, Remittix (RTX) menawarkan solusi nyata untuk pembayaran lintas negara.Foto:X
Share

IKNPOS.ID – Debat seputar desentralisasi Pi Network kembali memanas di antara komunitas kripto. Pi Network salah satu altcoin yang menjadi sorotan bukan hanya karena pencapaiannya tetapi juga soal desentralisasi. Sebagian skeptis berpendapat, Pi Network kurang desentralisasi.

Di tengah diskusi yang sedang memanas itu, sejumlah altcoin baru muncul menwarkan diri sebagai alternatif pilihan. Salah satunya Remittix (RTX), alatcoin ini mulai disebut sebagai alternatif yang lebih efisien dan menarik untuk mereka yang mencari crypto terbaik untuk dibeli sekarang.

Debat Desentralisasi Pi Network Memanas

Salah satu postingan viral pada 12 Juli menyebutkan “Pi tidak akan pernah benar-benar terdesentralisasi,” dengan tudingan bahwa Tim Inti mengendalikan node secara tertutup.

Selain itu para Pioneernya terus menerus terjebak dalam fase “Open Mainnet.” Kritik ini mencuat meskipun volume transaksi harian naik 25% dan harga Pi Coin bertahan di kisaran $0,47.

Ketimpangan Desentralisasi vs. Harapan Pasar Bullish

Dengan dominasi Bitcoin yang mencapai 62% dan bulan Juli secara historis menguntungkan untuk kripto utama, banyak pemegang Pi Coin mulai bertanya:

“Apakah pengawasan terpusat akan membatasi potensi pertumbuhan Pi, saat rotasi altcoin besar 2025 mendekat?”

Analis kripto Axel Adler menyebut bahwa struktur tata kelola Bitcoin yang transparan menjadi acuan utama, sedangkan arsitektur Pi yang masih tertutup berisiko membuat investor besar (whale) beralih ke crypto berkapitalisasi rendah yang lebih transparan—terutama jika Mainnet tetap terbatas pada undangan.

Nilai Besar, Komunikasi Minim

Secara teknis, Pi tetap mengesankan dengan basis pengguna lebih dari 50 juta dan konsep penambangan via ponsel. Namun, valuasi senilai $3,6 miliar dipertanyakan, terutama karena kurangnya kejelasan terkait:

Pertumbuhan suplai token

Insentif node

Mekanisme voting on-chain

Tanpa kejelasan tentang kerangka kerja DAO, ekonomi staking, dan pembukaan slot validator, Pi Network terancam terus dilabeli sebagai ekosistem tertutup, bahkan jika harga naik ke target $1 yang sering disebut-sebut.

Share
Related Articles
Tekno

Huawei Nova 16 Bocor, Varian Tertingginya Bikin Publik Kaget

IKNPOS.ID - Huawei kembali jadi perbincangan setelah sederet informasi mengenai lini Nova...

Vivo X300
Tekno

Vivo X300 Ultra Segera Rilis! Kamera 200MP Siap Bikin Foto Makin Gila Detailnya

IKNPOS.ID - Kabar gembira untuk pecinta gadget, Vivo Indonesia kembali menghadirkan smartphone...

Tekno

Bocoran Huawei Nova 16 Bikin Heboh! Varian “Pro Max” & Baterai Jumbo Jadi Sorotan

IKNPOS.ID - Huawei kembali menyiapkan gebrakan di pasar smartphone lewat seri terbarunya,...

iQOO 15
Tekno

AnTuTu April 2026: iQOO 15 Ultra Jadi HP Terkencang di Dunia, Snapdragon 8 Elite Gen 5 Dominasi Peringkat Flagship

IKNPOS.ID - Platform benchmark populer, AnTuTu Benchmark, baru saja memperbarui laporan bulanan...