Home Sport ‘Bau Amis di AFC’! Ranking FIFA ‘Disulap’ Demi Qatar dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Sport

‘Bau Amis di AFC’! Ranking FIFA ‘Disulap’ Demi Qatar dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Share
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia meluapkan kegembiraannya usai mengalahkan Timnas Arab Saudi pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2024). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Share

Kontroversi Pot: Taktik atau Keteledoran?

Fakta bahwa tuan rumah tidak boleh berada di grup yang sama membuat AFC terjebak dalam dilema. Jika Qatar dan Arab Saudi sama-sama menempati Pot 1, maka keduanya dipastikan tidak akan saling bertemu dalam satu grup.

Di sisi lain, jika AFC mengadopsi ranking bulan Juli, maka Arab Saudi harus turun ke Pot 2, dan skenario bentrok dengan Qatar tidak terelakkan.

AFC akhirnya memutuskan tetap memakai ranking per 13 Juni 2025, terlepas dari rilis resmi FIFA ranking terbaru yang keluar Kamis (10/7/2025).

Hal ini dinilai banyak pihak sebagai upaya AFC menjaga struktur dan menghindari bentrok tuan rumah tapi dengan mengorbankan prinsip sportivitas.

Keuntungan Ganda Tuan Rumah?

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: Apakah Qatar dan Arab Saudi sengaja diuntungkan?

Sebagai tuan rumah, mereka:

  • Bermain di kandang sendiri selama putaran keempat,

  • Berada di Pot 1, sehingga menghindari tim kuat lainnya seperti Irak di fase grup,

  • Memiliki keunggulan logistik dan teknis dibanding negara lain yang harus berpindah lokasi.

Sementara itu, Indonesia, yang tampil solid dalam babak sebelumnya, berada di Pot 3 bersama Oman — menghadapi kemungkinan bertemu tim-tim kuat sejak awal.

Dampaknya bagi Indonesia dan Negara Lain

Timnas Indonesia kini harus bersiap untuk kemungkinan menghadapi salah satu dari Qatar atau Arab Saudi, serta Irak atau UEA, di grup mereka.

Dengan sistem dua grup, tiga tim teratas dari masing-masing grup akan lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, dan peringkat keempat akan bertarung di babak kelima.

Dengan kondisi pot yang kontroversial ini, persaingan makin berat — terutama bagi tim seperti Indonesia yang tidak mendapat keuntungan geografis maupun posisi ranking.

Harus Ada Evaluasi Sistem Pot & Penunjukan Tuan Rumah

Kontroversi ini menunjukkan bahwa sistem penunjukan tuan rumah dan pembuatan pot dalam undian AFC masih menyisakan celah. Penggunaan ranking lama ketika sudah ada yang terbaru memberi kesan manipulatif, atau setidaknya tidak akuntabel.

Jika AFC ingin menjaga integritas kompetisi, perlu ada:

Share
Related Articles
Persib Bandung
Sport

Klasemen BRI Super League: Persib Bandung Kokoh di Puncak, Persija Tertahan di Posisi Tiga

IKNPOS.ID - Persib Bandung masih memimpin klasemen sementara BRI Super League setelah...

Sport

Verstappen Keluhkan Mobil Red Bull di GP China, Setelan Baru Tak Membantu

IKNPOS.ID - Max Verstappen menghadapi salah satu akhir pekan paling sulitnya bersama...

Sport

Bukan Lagi Kejar Gelar, Marquez Punya Target Lain sebelum Gantung Helm

IKNPOS.ID - Perjalanan karier seorang pembalap biasanya identik dengan ambisi meraih sebanyak...

Sport

Kini Bersinar di MotoGP, Rossi Sudah Lama Prediksi Bezzecchi Bakal Sukses

IKNPOS.ID - Kesuksesan Marco Bezzecchi di MotoGP ternyata bukan hal yang mengejutkan...