Home Pendidikan Bak Langit dan Bumi! Ini 7 Perbedaan Mencolok Sekolah Rakyat dan Sekolah Umum yang Jarang Diungkap
Pendidikan

Bak Langit dan Bumi! Ini 7 Perbedaan Mencolok Sekolah Rakyat dan Sekolah Umum yang Jarang Diungkap

Share
Share

Sistem Asrama

Anak-anak tinggal di sekolah dalam sistem boarding (asrama penuh), mendapatkan makan 3 kali sehari, pakaian, tempat tidur, dan kebutuhan harian lainnya tanpa biaya. Semua difasilitasi oleh negara.

Kurikulum Fleksibel dan Berbasis Kehidupan

Kurikulum tetap mengacu pada kurikulum nasional, tetapi dikemas dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan bermakna.

Anak-anak belajar melalui praktik, diskusi, kegiatan seni, hingga aktivitas sosial yang mengembangkan empati dan kerja tim.

Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Umum

Aspek Sekolah Rakyat Sekolah Umum
Sasaran Siswa Anak dari keluarga miskin ekstrem Semua kalangan
Sistem Penerimaan Berdasarkan data Kemensos & Bappenas Pendaftaran mandiri
Sistem Belajar Asrama penuh, 24 jam Harian (pulang pergi)
Pendekatan Kurikulum Sesuai potensi anak, fleksibel Seragam, satu kurikulum nasional
Biaya Gratis 100% Bisa ada biaya tambahan
Kebutuhan Harian Ditanggung pemerintah Tanggung jawab orangtua
Sumber Guru Guru lokal dari daerah setempat Umumnya ditentukan pusat

Sekolah Rakyat tahap pertama dibuka di 100 titik, terutama di daerah-daerah dengan indeks kemiskinan tertinggi di Indonesia, seperti:

  • Papua

  • Nusa Tenggara Timur (NTT)

  • Maluku

  • Kalimantan Barat

  • Jawa Tengah bagian selatan

  • dan beberapa wilayah 3T lainnya

Kementerian Sosial bekerja sama dengan Kemendikbudristek, Kementerian Desa, dan Bappenas untuk pengelolaan dan pengawasan program ini.

Mengapa Sekolah Rakyat Penting?

Selama bertahun-tahun, banyak anak Indonesia terpaksa putus sekolah karena alasan ekonomi. Meskipun program bantuan seperti KIP sudah berjalan, masih ada kelompok yang luput dari akses pendidikan.

Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi langsung dari negara bagi anak-anak yang bahkan tidak bisa memikirkan biaya daftar sekolah.

“Ini bukan sekadar program pendidikan, tapi juga upaya membangun masa depan generasi penerus bangsa dari akar,” ujar Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers peluncuran.

Share
Related Articles
Menteri Sekretaris Negara Pratikno
Pendidikan

Pemerintah Atur Penggunaan AI di Sekolah, Faktor Usia dan Kesiapan Anak Jadi Pertimbangan Utama

Pemerintah mulai menerapkan aturan terkait pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (AI) di lingkungan...

Pendidikan

Kuliah Gratis di IKN Dibuka! Otorita IKN Siapkan Beasiswa S1 untuk Warga Lokal

IKNPOS.ID - Kabar baik bagi masyarakat di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN)....

Kuliah Gratis 4 Tahun, Otorita IKN dan Universitas Brawijaya Buka Beasiswa Khusus Warga Nusantara
Pendidikan

Kuliah Gratis 4 Tahun! Otorita IKN dan Universitas Brawijaya Buka Beasiswa Khusus Warga Nusantara

IKNPOS.ID - Pemerintah melalui Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan...

institut teknologi kalimantan
Pendidikan

10 Jurusan Sepi Peminat di Institut Teknologi Kalimantan, Bisa Jadi Strategi Lolos UTBK SNBT 2026

IKNPOS.ID - Persaingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur tes nasional...