Home Tekno Pi Network Luncurkan Chatbot AI di Pi2Day 2025: Ini Manfaatnya
Tekno

Pi Network Luncurkan Chatbot AI di Pi2Day 2025: Ini Manfaatnya

Share
Pi Network
Pi Network, Image: DALL·E 3
Share

Pi Network Resmi Luncurkan Chatbot AI di Pi2Day 2025: “Era Baru Web3 Dimulai”

IKNPOS.ID — Momen Pi2Day 28 Juni 2025 menjadi tonggak sejarah baru bagi Pi Network dengan peluncuran resmi fitur kecerdasan buatan (AI) di ekosistemnya. Fitur ini dihadirkan melalui Chatbot AI yang kini bisa diakses langsung lewat Pi Browser, membuka babak baru interaksi generatif yang lebih pintar dan efisien.

Tampilan Chatbot AI ini cukup sederhana, hanya berupa ikon berbentuk balon chat berbingkai ungu bertuliskan “AI”, berdampingan dengan menu Game dan Custom App di Pi Browser. Namun di balik desain minimalis tersebut, tersimpan teknologi mumpuni yang siap membantu jutaan pionir di seluruh dunia.

Asisten 24 Jam Ramah Pengguna

Dengan teknologi Natural Language Processing (NLP), Chatbot AI Pi mampu berinteraksi layaknya manusia. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan seputar proses KYC, migrasi mainnet, hingga penggunaan dompet Pi.

“Fitur ini dirancang sebagai asisten 24 jam untuk memandu para pionir dengan lebih praktis, terutama mereka yang baru bergabung,” ungkap salah satu anggota komunitas Pi Indonesia, Rizal (29), saat ditemui secara daring.

Manfaat Nyata bagi Pengguna

Chatbot AI bukan sekadar gimmick. Berikut beberapa fungsi nyata yang langsung terasa manfaatnya:

  • Panduan migrasi koin dari testnet ke mainnet secara lebih mudah
  • Bantuan verifikasi KYC yang interaktif, mengurangi risiko gagal verifikasi
  • Respon multibahasa, termasuk bahasa Indonesia dan Inggris
  • Layanan mandiri 24/7 tanpa bergantung pada moderator atau admin

“Ini seperti punya customer service pribadi di dalam aplikasi Pi,” imbuh Rizal.

Spekulasi Mitra Teknologi AI

Hingga saat ini, Core Team Pi Network memang belum memberikan pernyataan resmi mengenai siapa mitra teknologi di balik fitur AI tersebut. Namun komunitas berspekulasi ada kemiripan dengan gaya visual Google Gemini atau Meta AI, bahkan kemungkinan memanfaatkan model generatif seperti GPT atau LLaMA.

Yang pasti, teknologi ini dirancang agar benar-benar terasa “native”, bukan sekadar menempelkan brand eksternal ke Pi Browser.

Share
Related Articles
Tekno

Jelang Rilis, Oppo Ungkap Tiga Warna Watch X3 Mini

IKNPOS.ID - Oppo resmi memperkenalkan tiga pilihan warna untuk smartwatch terbarunya, Oppo...

Tekno

Intip Spesifikasi dan Harga Galaxy A57 serta A37 yang Baru Dirilis

IKNPOS.ID - Samsung Electronics kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan...

Tekno

Samsung Rilis Dua Ponsel Anyar Seri A: Galaxy A57 dan Galaxy A37

IKNPOS.ID - Samsung resmi meluncurkan dua ponsel terbaru dari lini Galaxy A,...