Home Tekno Pi Coin Menuju Binance, Cuan Gila Menanti Jika Syarat Penting Ini Dipenuhi?
Tekno

Pi Coin Menuju Binance, Cuan Gila Menanti Jika Syarat Penting Ini Dipenuhi?

Share
strategi rahasia Pi
Pi Network belum terdaftar di bursa kripto besar seperti Binance atau Coinbase karena PCT memiliki i.Foto: Coga
Share

IKNPOS.ID – Setelah berminggu-minggu bergerak datar, harga Pi Coin kini kembali jadi perbincangan hangat. Sejak Pi2Day 2025 berlalu, token ini tetap bertahan di kisaran $0,50 – $0,53.

Tidak ada lonjakan, tapi juga tidak ada kehancuran. Stabil? Untuk sementara, iya. Tapi sepertinya ini hanya ketenangan sebelum badai.

Kenapa? Karena rumor besar yang sudah lama ditunggu-tunggu mulai jadi kenyataan: Pi Coin akan listing di Binance.

Listing Binance: Apakah Mimpi Itu Akan Jadi Nyata?

Sebuah akun ternama yang sering memberikan bocoran terkait Pi Network, yaitu Pi Network News, mencuit kabar penting.

Disebutkan bahwa Binance kemungkinan besar akan mencantumkan (listing) Pi Coin tak lama setelah 28 Juni tepat setelah momen Pi2Day.

Kalau ini terjadi, pasar bisa langsung berubah drastis. Listing di Binance bukan hanya soal prestise, tapi juga soal volume perdagangan, kepercayaan investor, dan arus modal besar-besaran.

Dukungan Nyata: Banxa, ZyptoApp, dan Wallet Besar Bergerak

Tidak hanya rumor, data on-chain menunjukkan aktivitas mencurigakan tapi menjanjikan. Salah satu dompet dengan label W5F, yang diyakini milik Banxa, telah membeli lebih dari 1,5 juta Pi Coin.

Ini memberi sinyal bahwa investor besar mulai akumulasi secara diam-diam saat harga masih murah.

Sementara itu, ZyptoApp juga menyatakan dukungan terhadap Pi Coin. Pengguna kini bisa bertransaksi menggunakan token ini di platform mereka.

Artinya, ekosistem Pi tidak hanya berkembang di atas kertas, tapi benar-benar digunakan secara aktif.

Pi2Day 2025: Tidak Memicu Rally, Tapi Fondasi Makin Kuat

Walau ada kekecewaan di beberapa kalangan karena harga Pi Coin tidak melonjak setelah Pi2Day, pembaruan yang diumumkan sebenarnya sangat signifikan:

  • AI No-Code App Builder: alat pembuat aplikasi berbasis AI tanpa coding

  • Ecosystem Staking Directory: pengguna bisa staking Pi untuk meningkatkan visibilitas aplikasi

Dengan dua fitur ini, komunitas bisa membuat aplikasi sendiri dan mendukung aplikasi favorit, menciptakan ekosistem yang lebih dinamis dan terdesentralisasi.

Share
Related Articles
Tekno

Rumor iPhone 19e: Apple Siapkan Layar ProMotion untuk Kelas Menengah?

IKNPOS.ID - Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar terbaru terkait pengembangan...

Tekno

Keren Nih! Samsung Akan Rilis Ponsel Lipat dengan Layar 7,6 Inci

IKNPOS.ID - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan ponsel lipat varian baru dengan desain...

Tekno

Keren Banget! Vivo X300s Jadi Ponsel Seri X Berkapasitas Baterai Terbesar

IKNPOS.ID - Vivo X300s dipastikan akan menjadi ponsel seri X dengan baterai...

Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...