Home Tekno Makin GEDE! Pi Network Tembus Rp57 Triliun Kapitalisasi, Tapi Kok Belum Masuk Binance? Ini Kendalanya
Tekno

Makin GEDE! Pi Network Tembus Rp57 Triliun Kapitalisasi, Tapi Kok Belum Masuk Binance? Ini Kendalanya

Share
Pi Network memanas
Pi Network memanas menjelang Juni yang pertama karena akan ada pembukaan token besar-besaran dan domain .pi memasuki masa kedaluwarsa.Foto: Bitget
Share

IKNPOS. ID – Proyek blockchain yang dibangun dengan konsep komunitas ini baru saja mencetak prestasi besar dengan menempati peringkat ke-28 dunia berdasarkan kapitalisasi pasar versi CoinMarketCap.

Tak tanggung-tanggung, kapitalisasi pasar Pi Network kini telah menyentuh angka fantastis, yaitu sekitar US$3,6 miliar atau sekitar Rp57 triliun jika dikonversikan ke rupiah.

Prestasi ini tentu bukan pencapaian kecil, mengingat Pi Coin hingga saat ini belum terdaftar di bursa kripto besar seperti Binance atau Coinbase, dan mainnet-nya masih dalam status tertutup.

Tapi justru di situlah keunikannya dan kekuatannya.

Popularitas Melejit, Indonesia Jadi Salah Satu Basis Pengguna Terbesar

Pi Network terbukti berhasil membangun loyalitas dan semangat komunitas yang luar biasa. Salah satu indikatornya adalah jumlah pengguna aktif yang mencapai puluhan juta orang di seluruh dunia.

Indonesia bahkan masuk dalam jajaran negara dengan pengguna terbanyak, bersama Filipina, Nigeria, dan India.

Di berbagai media sosial dan forum, komunitas Pi Indonesia sangat aktif membahas update terbaru, spekulasi harga, hingga peluang masa depan koin ini.

Harga Pi Coin Turun 15%, Tapi Optimisme Masih Tinggi

Meskipun masuk ke 30 besar kripto dunia, harga Pi Coin mengalami penurunan sekitar 15% dalam satu minggu terakhir, sebagaimana dilaporkan oleh BeInCrypto.

Penurunan ini diyakini sebagian besar analis lebih disebabkan oleh tekanan pasar global yang memang sedang dalam tren bearish.

Data teknikal menunjukkan ADX (Average Directional Index) mengindikasikan dominasi tekanan jual. Namun, karena volume perdagangan masih rendah akibat belum terbukanya akses penuh ke bursa, harga Pi Coin juga cenderung stabil dan tidak terlalu volatil seperti kripto lainnya.

Fitur-Fitur Baru: AI dan Ekspansi Web3 yang Menjanjikan

Satu hal yang membuat Pi Network berbeda dari proyek kripto lainnya adalah komitmen terhadap pengembangan ekosistem yang nyata.

Beberapa bulan terakhir, tim pengembang Pi disebut tengah menggarap integrasi teknologi AI (Artificial Intelligence) ke dalam aplikasi utama.

Fitur-fitur ini diharapkan bisa meningkatkan utilitas Pi Coin dalam aplikasi sehari-hari mulai dari perdagangan digital, identitas digital, hingga konten berbasis blockchain.

Tak hanya itu, fitur-fitur Web3 seperti Pi Ad Network dan marketplace Pi juga menjadi sorotan, karena memungkinkan pengguna berinteraksi dan bertransaksi dengan koin Pi dalam ekosistem tertutup yang sedang diuji coba.

Share
Related Articles
Tekno

Galaxy S26 Ultra Disebut Bakal Punya Layar Privasi Pintar

IKNPOS.ID - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan inovasi baru pada lini ponsel premiumnya,...

Tekno

Vivo V70 Series Siap Meluncur Februari 2026, Usung Chipset Gahar dan Baterai Raksasa

IKNPOS.ID - Vivo resmi memulai kampanye peluncuran lini smartphone terbarunya, Vivo V70...

Tekno

Bocoran Oppo Reno 16 Terungkap: Usung Kamera 200MP dan Desain Ultra-Tipis

IKNPOS.ID - Persaingan pasar ponsel pintar kelas menengah (mid-range) tampaknya akan kembali...

Tekno

Agresif di Pasar Menengah, Motorola Siapkan Empat Amunisi Baru Moto G Series

IKNPOS.ID - Motorola nampaknya enggan memberikan napas bagi para pesaingnya di segmen...