Home Tekno KIAMAT BUNGA BANK! UU GENIUS ACT Larang Riba, Tiru Sistem Syariah Islam, Masa Depan Ada di Pi Network
Tekno

KIAMAT BUNGA BANK! UU GENIUS ACT Larang Riba, Tiru Sistem Syariah Islam, Masa Depan Ada di Pi Network

Share
GENIUS ACT
UU GENIUS ACT Larang Riba, Tiru Sistem Syariah Islam, Masa Depan Ada di Pi Network
Share

IKNPOS.ID – Pi Network diuntungkan dengan Undang-Undang (UU) GENIUS (Genius Act) yang disahkan Amerika Serikat (AS) pada 17 Juni 2025 lalu. UU ini secara fundamental melarang bunga  (riba) pada stablecoin.

Selain itu, UU tersebut juga memaksa bank meninjau ulang model bisnis. Kebijakan ini selaras dengan keuangan syariah Islam dan menemukan prototipe masa depannya di Pi Network.

Regulasi ini mungkin terlihat hanya berfokus pada stablecoin. Namun, pada intinya, Genius Act  memperkenalkan larangan struktural pada salah satu pilar keuangan modern tertua: bunga (Riba)!

Genius Act tegas melarang imbal hasil, imbalan staking atau pengembalian pasif pada kepemilikan stablecoin yang digunakan dalam pembayaran digital.

Tentu saja, UU GENIUS ini memberikan pukulan telak pada model bisnis perbankan tradisional. Bank komersial, yang pendapatannya bergantung pada pinjaman modal dan pengumpulan bunga.

Yang lebih menarik, prinsip pengaturan ini sangat selaras dengan doktrin keuangan ekonomi Islam yang melarang Riba.

Nah, Pi Network yang digadang-gadang menjadi stablecoin menjadi contoh nyata dari ekonomi tanpa bunga yang sudah berjalan.

Yang Dilarang di Genius Act

1. Larangan Bunga pada Stablecoin

  • Tidak ada imbal hasil pasif
  • Tidak ada sistem staking reward
  • Bank tidak bisa dapat untung dari pinjaman digital 

2. Konsep Baru: Keuangan Partisipatif

  • Untung harus dari aktivitas ekonomi riil
  • Sistem bagi hasil ala syariah (profit sharing)
  • Bank harus jadi mitra usaha, bukan rentenir 

3. Dampak ke Sistem Perbankan

  • Pendapatan bank dari bunga terancam
  • Harus beralih ke model fee-based service
  • Perlunya integrasi dengan ekonomi riil

Undang-Undang GENIUS secara efektif memberikan dorongan hukum yang kuat bagi bank-bank Barat untuk mengadopsi model yang lebih partisipatif, mirip dengan prinsip keuangan Islam.

Mengapa Bank Barat Meniru Sistem Islam?

 Krisis Model Bunga Tradisional

  • Pendapatan bank turun 40-60%
  • Stablecoin tanpa bunga kuasai 35% pasar pembayaran
  • Tekanan regulator global meningkat 

Solusi dari Keuangan Islam

  • Mudharabah: Bagi hasil usaha
  • Murabahah: Jual beli margin
  • Wakalah: Fee based service 

Contoh di Pi Network

  • Reward hanya untuk kontribusi aktif
  • Nilai dari utilitas riil (Pi Apps)
  • Sistem dual currency (GCV+PiUSD)

Konsep dan Visi Pi Network 

Tanpa Bunga, Murni Partisipasi

  • Mining reward untuk kontribusi aktif
  • Tidak ada staking dengan bunga
  • Nilai berasal dari utilitas riil

Konsep Ganda yang Revolusioner

  • PiGCV: Nilai konsensus komunitas
  • PiUSD: Stablecoin untuk transaksi 

Bukti Keberhasilan Sistem Baru

  • 47 juta pengguna aktif
  • Ekosistem merchant berkembang

GENIUS Act tidak hanya sekadar mengatur stablecoin; undang-undang ini mendefinisikan ulang apa artinya menjadi sebuah bank di era digital. Pesannya jelas: “Anda tidak dapat lagi bertahan hidup hanya dengan bunga.”

Dampak Global Genius Act 

1. Bank Barat Akan Berubah

  • Adopsi sistem bagi hasil
  • Fokus pada jasa keuangan
  • Integrasi dengan ekonomi riil

2. Kebangkitan Fintech Syariah

  • Peluang untuk startup islami
  • Pertumbuhan pasar keuangan halal
  • Kolaborasi Barat-Timur Tengah 

3. Masa Depan Mata Uang Digital

  • Stablecoin tanpa bunga jadi standar
  • Pi Network semakin diminati
  • Sistem konvensional terdisrupsi

Ini adalah peringatan sekaligus undangan bagi bank-bank tradisional untuk kembali ke keuangan dunia nyata.  Selain itu, layanan dan pengelolaan lebih diutamakan daripada spekulasi dan pencarian keuntungan semata.

Share
Related Articles
Tekno

Intip Spesifikasi dan Harga Galaxy A57 serta A37 yang Baru Dirilis

IKNPOS.ID - Samsung Electronics kembali memperkuat lini ponsel kelas menengahnya dengan menghadirkan...

Tekno

Samsung Rilis Dua Ponsel Anyar Seri A: Galaxy A57 dan Galaxy A37

IKNPOS.ID - Samsung resmi meluncurkan dua ponsel terbaru dari lini Galaxy A,...

Tekno

Redmi Note 15 SE Segera Meluncur dengan Desain Layar Melengkung

IKNPOS.ID - Xiaomi dipastikan akan menambah lini seri Note 15 di India...

Tekno

Keren Banget! Redmi K100 Pro Max Dikabarkan Bakal Dilengkapi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

IKNPOS.ID - Xiaomi diperkirakan akan memperkenalkan lini Redmi K100 pada Oktober 2026,...