Home Tekno Investor Wajib Paham! Ini 5 Fakta yang Jarang Dibahas soal Anjloknya Harga Pi Coin
Tekno

Investor Wajib Paham! Ini 5 Fakta yang Jarang Dibahas soal Anjloknya Harga Pi Coin

Share
harga tembus $2
PI Coin kembali mengguncang pasar! Target lonjakan 200% harga tembus $2 kini jadi sorotan utama. Apakah ini awal dari kebangkitannya?Foto: Pi
Share

IKNPOS.ID – Pasar kripto kembali diguncang. Kali ini, bukan karena regulasi atau update teknologi, melainkan akibat dari ketegangan geopolitik.

Setelah serangan militer terbaru Israel ke Iran, harga-harga aset digital anjlok tajam. Bitcoin turun 3,5% ke angka US$104.209, sementara Ethereum, Solana, dan Cardano mencatat koreksi antara 6–9%.

Tapi yang paling parah terkena dampaknya adalah Pi Coin. Aset kripto berbasis komunitas ini terjun hingga 13% dalam 24 jam terakhir, dan kini diperdagangkan di kisaran US$0,5506.

Kondisi ini memperpanjang tren negatif Pi Network, yang sebelumnya sudah mencatatkan penurunan mingguan sebesar 11% dan penurunan bulanan hingga 56%.

Konflik Geopolitik Jadi Pemicu Jual Panik

Menurut analis kripto Dr. Altcoin, penurunan ini tidak sepenuhnya teknikal. “Risiko geopolitik meningkat tajam. Jika Iran membalas, pasar bisa jatuh lebih dalam,” ujarnya.

Dalam situasi penuh ketidakpastian global, investor cenderung menarik modal dari aset-aset berisiko tinggi seperti kripto, terutama token baru dan spekulatif seperti Pi.

Aksi Paus dan Sinyal Teknis Masih Suram

Meski harga Pi Coin merosot tajam, dompet-dompet besar alias whales justru terpantau melakukan akumulasi di harga bawah.

Ini sering terjadi ketika pasar sedang dalam fase ketakutan ekstrem. Namun, dari sisi teknikal, sinyal yang muncul masih jauh dari kata positif.

Pi saat ini berada dalam tren menurun yang jelas. Token ini diperdagangkan di bawah semua Exponential Moving Averages (EMA) dan Simple Moving Averages (SMA) penting, mulai dari jangka pendek (10 hari, 20 hari) hingga menengah (50 hari, 100 hari).

Indikator momentum seperti MACD dan Momentum Oscillator mengindikasikan potensi penurunan lanjutan.

Bahkan, Relative Strength Index (RSI) berada di level 32, nyaris masuk zona jenuh jual.

Masalah Internal Pi Network: GCV dan Mainnet

Tidak hanya tekanan eksternal, Pi Network juga tengah dilanda kebingungan internal, khususnya soal Global Consensus Value (GCV).

Sebagian komunitas percaya harga Pi Coin memiliki dasar antara US$100 hingga US$314. Namun, Dr. Altcoin menyebut klaim ini sebagai “mitos yang tidak didukung logika ekonomi.”

“Tidak ada mekanisme di dunia nyata untuk memaksakan harga global tanpa konsensus pasar terbuka,” tegasnya.

Selain GCV, minimnya komunikasi resmi dari Core Team Pi Network juga memperparah situasi.

Banyak pengguna berharap akan ada pengumuman besar pada tanggal 28 Juni 2025, bertepatan dengan momen Pi2Day.

Harapannya? Informasi resmi tentang transisi ke mainnet terbuka, adopsi merchant, atau listing di bursa.

Share
Related Articles
Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...

Peluncuran Vivo X300 FE Flagship Compact
Tekno

Vivo Diam-diam Luncurkan X300 FE: Flagship Compact dengan Snapdragon 8 Gen 5

IKNPOS.ID – Vivo kembali mengejutkan pasar teknologi global dengan meluncurkan anggota terbaru...