IKNPOS.ID – Pi Network kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena prestasi atau gebrakan baru, melainkan karena badai keluhan dari para pengguna alias Pioneers julukan untuk para penambang Pi yang melaporkan token mereka hilang setelah berhasil menyelesaikan proses Know Your Customer (KYC) dan migrasi ke mainnet.
Sejumlah laporan bermunculan di media sosial dan forum komunitas, menyuarakan kegelisahan yang makin memuncak.
Beberapa pengguna bahkan sudah berjuang selama bertahun-tahun di ekosistem Pi, hanya untuk menemukan saldo wallet mereka kosong.
Token Pi Hilang Meski Sudah Lolos KYC: Apa yang Terjadi?
Isu ini mencuat ketika ribuan Pioneers menyadari bahwa setelah KYC dan migrasi ke mainnet, saldo Pi mereka tidak muncul di wallet.
Tak sedikit pula yang melaporkan adanya banyak alamat wallet yang tercatat di satu akun, menciptakan kebingungan besar dan kekhawatiran soal keamanan sistem Pi Network.
“Kami sudah KYC, kami sudah migrasi, tapi tokennya ke mana?” tanya salah satu pengguna di platform X (sebelumnya Twitter).
Situasi ini semakin runyam ketika tim inti Pi Network justru merilis imbauan untuk menjaga kerahasiaan seed phrase. Bukannya menenangkan, pernyataan ini justru memicu kemarahan.
Komunitas menganggap langkah tersebut sebagai pengalihan isu dari masalah utama: saldo token yang hilang dan proses migrasi yang belum tuntas.
Harga Pi Coin Anjlok: Sentimen Pasar Memburuk
Kondisi ini berdampak langsung pada harga Pi Coin. Dalam 24 jam terakhir, nilai Pi Coin turun sekitar 4% dan kini diperdagangkan sedikit di atas $0,60.
Padahal pada pertengahan Mei, token ini sempat menyentuh angka $1,70, dipicu rumor pengumuman besar dari tim Pi Network.
Namun euforia itu tidak bertahan lama. Ketika tidak ada deklarasi besar yang dijanjikan, kepercayaan pasar ikut runtuh. Kini, tren harga menunjukkan pesimisme, seiring dengan frustrasi komunitas yang terus meningkat.
Komunitas Desak Transparansi dari Tim Inti
Keluhan terbesar dari komunitas adalah soal komunikasi. Mereka merasa ditinggalkan dalam kegelapan oleh tim inti.
“Saya sudah menambang selama enam tahun. Mana hasil kerja saya?” tulis seorang pengguna bernama Haifeng Chen di media sosial.
James Zito, sosok penting di komunitas Pi, juga ikut bersuara. Ia meminta agar masalah ini diselesaikan sebelum Pi Day 2 yang jatuh pada 28 Juni.
“Kami hanya ingin kejelasan. Pioneers pantas mendapatkan jawaban,” ujarnya.
Tak hanya itu, tokoh lain seperti Dr. Altcoin juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan akun dari para penipu.
Ia mengingatkan agar pengguna tidak mudah percaya pada pihak ketiga yang mengaku sebagai bantuan resmi.
“Gunakan hanya aplikasi resmi Pi Network. Jangan pernah bagikan seed phrase kepada siapa pun,” tegasnya.
- harga PI Coin
- harga Pi Coin turun drastis setelah isu token hilang
- Kapan Pi Network Open Mainnet
- keamanan seed phrase di Pi Network
- keluhan pengguna Pi Network soal wallet kosong
- kenapa Pi Coin turun drastis
- kenapa token Pi tidak muncul di wallet
- kenapa wallet Pi Network kosong
- Komunitas Pi Network
- KYC Pi Network
- Mainnet Pi Network
- masalah teknis di Pi Network wallet
- Migrasi Pi Network
- nasib token Pi pengguna setelah migrasi
- pengguna Pi Network kecewa setelah migrasi
- penyebab token Pi hilang meski KYC selesai
- Pi Coin
- Pi Coin turun
- Pi Day 2
- Pi Day 2 sebagai harapan terakhir pengguna Pi Network
- Pi Network
- Pi Network ditinggal komunitas
- Pi Network gagal migrasi ke mainnet
- Pi Network Indonesia
- Pi Network KYC
- Pi Network scam
- Pi Network terbaru
- proses migrasi Pi Network bermasalah
- roadmap Pi Network 2025
- seed phrase Pi Network
- tanggapan tim inti Pi Network soal token hilang
- token hilang Pi Network
- token Pi hilang
- transparansi tim inti Pi Network
- wallet Pi kosong
- Wallet Pi Network







