Home Tekno Harga Pi Network Tetap Perkasa! Stabil, Meski Dunia di Ambang Perang
Tekno

Harga Pi Network Tetap Perkasa! Stabil, Meski Dunia di Ambang Perang

Share
Pi2Day Pi Network
Gelombang antusiasme kembali menggema di kalangan pecinta kripto menjelang Pi2Day Pi Network 2025.
Share

IKNPOS.ID – Di tengah ketegangan global akibat serangan militer Amerika Serikat terhadap situs nuklir Iran, pasar kripto dunia menunjukkan gejolak signifikan.

Namun menariknya, harga Pi Network (PI) di pasar Indonesia justru tetap stabil, meskipun terjadi lonjakan transfer token dari sejumlah exchange asing ke dompet lokal.

Ketegangan Global Pengaruhi Pasar Kripto

Serangan mendadak yang dilakukan Amerika ke fasilitas nuklir Iran awal pekan ini memicu kepanikan pasar global.

Harga Bitcoin sempat turun ke bawah US$100.000, sementara altcoin lain ikut terkoreksi. Investor institusional cenderung menarik dana dari aset berisiko, termasuk kripto.

Namun situasi ini tidak serta-merta mengguncang pasar Pi Network di Indonesia. Sebaliknya, harga PI terpantau relatif stabil di kisaran Rp55.000 hingga Rp60.000 per 1 PI di beberapa platform P2P dan komunitas OTC lokal.

Transfer Masif dari Luar Negeri Timbulkan Pertanyaan

Data dari beberapa explorer Pi yang melacak transaksi di jaringan testnet menunjukkan adanya kenaikan volume transfer dari dompet yang teridentifikasi berasal dari luar negeri. Transfer ini memicu kekhawatiran bahwa akan terjadi gelombang jual besar (dumping) yang bisa menekan harga PI di pasar lokal.

Beberapa komunitas Pi di Telegram dan X (Twitter) bahkan memperdebatkan apakah transfer ini bagian dari persiapan listing resmi, atau justru sinyal distribusi token secara besar-besaran oleh pemegang awal di luar negeri.

Harga Tetap Stabil: Apa Penyebabnya?

Analis kripto lokal menyebut ada beberapa alasan mengapa harga PI masih stabil di Indonesia:

1. Likuiditas Terbatas & Pasar Lokal Tertutup

Karena Pi Network belum resmi dilisting di bursa global besar, perdagangan PI masih terbatas di platform internal atau peer-to-peer antar pengguna.

2. Komunitas Kuat di Indonesia
Indonesia menjadi salah satu negara dengan komunitas Pi terbesar di dunia. Adanya rasa solidaritas antar pengguna dan edukasi internal membuat banyak holder memilih tidak menjual token secara massal.

Share
Related Articles
Tekno

Udah Tahu Belum? iPhone Fold Apple Kabarnya Bakal Pakai Kaca Berlapis

IKNPOS.ID - Ponsel lipat perdana Apple yang disebut-sebut akan bernama iPhone Fold...

Tekno

Baru Beli Smartphone? Simak 6 Langkah Wajib Ini Agar Performa Maksimal dan Data Aman

radarpena.co.id -  Membeli smartphone baru selalu menghadirkan antusiasme tersendiri. Teknologi kamera yang...

Tekno

Rumor iPhone 19e: Apple Siapkan Layar ProMotion untuk Kelas Menengah?

IKNPOS.ID - Apple kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar terbaru terkait pengembangan...

Tekno

Keren Nih! Samsung Akan Rilis Ponsel Lipat dengan Layar 7,6 Inci

IKNPOS.ID - Samsung dikabarkan tengah menyiapkan ponsel lipat varian baru dengan desain...