Home Tekno Harga Bitcoin Dekati Titik Balik: OI Turun, Menuju Breakout?
Tekno

Harga Bitcoin Dekati Titik Balik: OI Turun, Menuju Breakout?

Share
Harga Bitcoin
Harga Bitcoin, Image: DALL·E 3
Share

Harga Bitcoin bergerak stabil di kisaran US$104.000 hingga US$105.000 selama beberapa hari terakhir. Namun, penurunan drastis dalam open interest (OI) di Binance memunculkan tanda-tanda bahwa pasar mungkin bersiap untuk pergerakan besar. Melansir CoinCentral, OI Bitcoin di Binance anjlok hingga 18% tanpa diikuti lonjakan harga. Situasi ini menandakan aksi deleveraging atau pembersihan posisi leverage secara besar-besaran.

Kondisi ini biasa terjadi sebelum breakout besar. Menurut laporan CoinGlass, penurunan OI ini tidak disertai volume tinggi atau lonjakan harga, yang memperkuat kemungkinan bahwa pasar sedang “di-reset” dari trader spekulatif yang terlalu agresif.

Level Kritis: $108.000 Jadi Gerbang Breakout

Sejumlah analis teknikal mulai memperhatikan area resistensi di US$108.000. Menurut analisis, mengutip laporan CoinCentral, harga Bitcoin saat ini sedang membentuk pola “Power-of-3”, yakni fase akumulasi, manipulasi, dan ekspansi. Jika pola ini berjalan seperti yang diharapkan, maka fase ekspansi berarti breakout signifikan bisa segera terjadi.

Analis kripto Michael van de Poppe juga menyampaikan pandangan senada. ia menyebut bahwa setelah level US$108.000 terlewati, Bitcoin berpotensi menuju kisaran US$120.000 hingga US$135.000. Pergerakan ini dinilai realistis apabila pasar menunjukkan peningkatan volume dan dukungan makro yang stabil.

Sentimen Pasar dan Dukungan Makro

Faktor eksternal turut memperkuat skenario bullish. The Federal Reserve belum menaikkan suku bunga dalam keputusan terakhirnya, yang mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko seperti Bitcoin. Menurut laporan Cointelegraph, keputusan ini membuat dolar AS cenderung melemah, sehingga membuka ruang bagi penguatan aset kripto.

Dari sisi on-chain, rasio MVRV (Market Value to Realized Value) menunjukkan kondisi pasar netral, di mana mayoritas investor tidak dalam posisi ekstrem serakah maupun takut. Ini menjadi sinyal bahwa pasar belum jenuh beli dan masih memiliki potensi naik.

Breakout atau Konsolidasi Lagi?

Meski banyak sinyal teknikal mendukung skenario breakout, sebagian analis tetap berhati-hati. Data probabilistik, mengutip Cointelegraph, menunjukkan bahwa kemungkinan breakout sebelum akhir Juni hanya sekitar 16%. Oleh karena itu, para trader masih menunggu konfirmasi tambahan dalam bentuk volume dan sentimen yang lebih kuat.

Namun jika tekanan jual tetap minim dan harga berhasil menembus US$108.000 dengan volume tinggi, maka fase konsolidasi kemungkinan besar akan berakhir. Hal ini membuka peluang bagi Bitcoin untuk mencetak level tertinggi baru dalam beberapa bulan ke depan.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...