Home Tekno Daftar Kripto Termahal Saat Ini: Bitcoin di Puncak, Pi Tidak Masuk Hitungan
Tekno

Daftar Kripto Termahal Saat Ini: Bitcoin di Puncak, Pi Tidak Masuk Hitungan

Share
4 Kripto Terbaik 2025
4 Kripto Terbaik 2025, Image: DALL·E 3
Share

Dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di dunia, Ethereum memiliki pengaruh yang sangat luas di industri kripto. Kombinasi antara harga yang tinggi, jaringan yang kuat, dan dukungan luas menjadikannya salah satu aset digital paling penting hingga saat ini.

4. Kripto Mahal Lainnya: Maker, Tether Gold, dan Bittensor

Selain tiga besar, beberapa aset digital lainnya juga masuk kategori kripto dengan harga per unit tinggi. Maker (MKR), token tata kelola untuk stablecoin DAI, kini diperdagangkan di atas US$2.000. Lalu ada Tether Gold (XAUT) yang mencerminkan nilai 1 troy ounce emas fisik, dihargai sekitar US$3.300 per token.

Satu nama baru yang mencuri perhatian adalah Bittensor (TAO). Proyek berbasis kecerdasan buatan ini menempatkan harga tokennya di kisaran US$430, menandakan minat pasar terhadap integrasi AI dan blockchain.

Di Mana Posisi Pi Coin?

Meskipun populer dan banyak dibicarakan, Pi Coin saat ini belum bisa masuk dalam daftar kripto termahal. Penyebabnya cukup jelas: Pi Network belum membuka mainnet secara penuh, dan koinnya belum bisa diperdagangkan secara resmi di bursa kripto besar seperti Binance, Coinbase, atau Kraken.

Artinya, meskipun banyak pengguna yang menyebut nilai Pi Coin dalam angka spekulatif — mulai dari US$1 hingga puluhan dolar — kenyataannya harga tersebut belum memiliki dasar pasar yang sah.

Pi Coin hanya ditukar secara informal antar-pengguna dalam komunitas tertutup, dan belum ada mekanisme yang bisa digunakan untuk mengukur nilai riilnya secara terbuka.

Nilai Kripto Bukan Hanya Soal Popularitas

Daftar kripto termahal saat ini didominasi oleh token-token yang memiliki nilai fungsional tinggi, suplai terbatas, dan terdaftar secara resmi di bursa global. Bitcoin, Ethereum, YFI, hingga Maker menunjukkan bahwa harga tinggi datang dari kombinasi antara kepercayaan pasar dan infrastruktur yang jelas.

Sementara itu, Pi Coin masih dalam tahap pengembangan dan belum memenuhi syarat sebagai aset bernilai tinggi secara pasar. Popularitas di kalangan pengguna smartphone tidak cukup untuk menjadikannya kripto premium tanpa dukungan ekosistem terbuka, regulasi, dan nilai tukar yang diakui secara global.

Share
Related Articles
Tekno

Keren Banget! Vivo X300s Jadi Ponsel Seri X Berkapasitas Baterai Terbesar

IKNPOS.ID - Vivo X300s dipastikan akan menjadi ponsel seri X dengan baterai...

Tekno

Realme 16 Pro+ dan 16 Pro Rilis di Indonesia, Dilengkapi Kamera 200MP

IKNPOS.ID - Realme resmi menghadirkan dua ponsel terbaru di Indonesia, yakni Realme...

one plus 16t
Tekno

Bakal Meluncur Akhir Maret, OnePlus 15T Dilengkapi Baterai 7.500mAh

IKNPOS.ID - OnePlus resmi memperlihatkan desain sekaligus opsi warna ponsel flagship ringkas...

Tekno

Resmi Rilis di Indonesia, OPPO A6s Dibanderol Mulai Rp4,8 Juta

IKNPOS.ID - OPPO resmi memperkenalkan OPPO A6s di pasar Indonesia sebagai salah...