Home Tekno Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin GAGAL BREAKOUT! Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Pasar Kripto
Tekno

Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin GAGAL BREAKOUT! Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Pasar Kripto

Share
Tiga Kripto Teratas Berdasarkan Kapitalisasi Pasar di Juni 2025: Bitcoin Tetap Raja, Ethereum dan Tether Menyusul
Share

IKNPOS.ID -Tiga aset kripto papan atas, Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Dogecoin (DOGE), mengalami tekanan berat sepanjang pekan ini.

Alih-alih menembus level resistance dan melanjutkan reli, ketiganya justru gagal breakout dan kembali bergerak sideways.

Sejumlah analis menyebut kondisi ini sebagai sinyal bahwa pasar kripto sedang kehilangan tenaga dalam jangka pendek.

Tersangkut di Level Kritis

1. Bitcoin (BTC)

Harga Bitcoin sempat menyentuh kisaran US $106.000–108.000, namun gagal mempertahankan posisi tersebut. Saat ini, BTC kembali turun ke kisaran US $104.000–105.000.

Menurut laporan FinanceMagnates (18 Juni), penurunan ini disebabkan oleh tekanan makroekonomi dan aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan sebelumnya.

2. Ethereum (ETH)

ETH menghadapi hal serupa. Koin terbesar kedua ini berkali-kali mencoba menembus zona US $2.700–2.800, namun selalu tertolak.

Harga Ethereum kini kembali stagnan di kisaran US $2.500–2.600, memperlihatkan kurangnya momentum beli yang kuat. Analis dari The Coin Republic menyebut bahwa volume perdagangan Ethereum turun drastis dalam beberapa hari terakhir.

3. Dogecoin (DOGE)

Meme coin paling terkenal ini juga bernasib sama. Setelah sempat menyentuh US $0,17, DOGE kini kembali turun ke kisaran US $0,16.

Bahkan menurut analis dari Bitcoinist, DOGE kemungkinan besar telah mengalami false breakout—yakni kondisi ketika harga sempat naik melewati resistensi tapi kemudian gagal bertahan dan kembali turun.

Hal ini memperbesar potensi penurunan lebih lanjut hingga 40–60% jika support tak mampu bertahan.

Penyebab Gagal Breakout

Sejumlah faktor global disebut menjadi pemicu gagalnya breakout aset-aset kripto utama:

1. Kebijakan Moneter The Fed

Federal Reserve Amerika Serikat memutuskan mempertahankan suku bunga tinggi di kisaran 4,25–4,50%. Hal ini menyebabkan investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto, dan lebih memilih instrumen konservatif.

2. Ketegangan Geopolitik Timur Tengah

Ketegangan antara Iran dan Israel juga ikut memengaruhi sentimen pasar global. Situasi ini mendorong aksi “risk-off” di mana investor mengurangi eksposur terhadap aset volatil seperti kripto.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...