Home Tekno $53B FDV Pi Network, Valuasi Ini Priced In atau Bubble Token?
Tekno

$53B FDV Pi Network, Valuasi Ini Priced In atau Bubble Token?

Share
Pi Network
Pi Network
Share

IKNPOS.ID – Pi Network (PI) kembali menyita perhatian publik kripto. Pasalnya, meski harga pasarannya hanya di kisaran $0.54, namun Fully Diluted Valuation (FDV)-nya telah menembus $53 miliar, sebuah angka fantastis yang menempatkan Pi di jajaran atas dalam hal valuasi potensial.

Tapi pertanyaannya, apakah valuasi ini mencerminkan nilai riil (sudah “priced in”), atau justru sinyal gelembung yang siap meledak?

Apa Itu FDV dan Mengapa Penting?

FDV (Fully Diluted Valuation) adalah proyeksi total nilai pasar dari sebuah aset kripto jika seluruh total supply-nya telah beredar.
Rumusnya sederhana:
FDV = Harga saat ini × Total Supply

Dalam kasus Pi Network:

  • Harga PI: sekitar $0.5388

  • Total Supply: 100 miliar PI

  • FDV = 0.5388 × 100B = sekitar $53.88 miliar

Meski begitu, kapitalisasi pasar (market cap) aktif PI hanya sekitar $4 miliar, karena baru 7,45% supply yang beredar (sekitar 7,45 miliar PI). Gap antara FDV dan market cap inilah yang memunculkan banyak tanda tanya.

Sisi Optimistis, Sudah “Priced In”?

Beberapa analis dan komunitas menyebut bahwa valuasi tinggi ini sudah mencerminkan ekspektasi jangka panjang atas ekosistem Pi Network, yaitu:

  • Potensi adopsi global, karena jumlah penggunanya sudah melebihi 47 juta pengguna (Pioneers)

  • Mining berbasis mobile yang ramah pengguna, membuka akses ke segmen pasar yang belum tersentuh kripto arus utama

  • Visi ekosistem dApp, transaksi P2P, serta kemungkinan integrasi dengan dompet dan infrastruktur Web3 lainnya

Bagi kalangan optimis, FDV sebesar itu adalah representasi dari “masa depan jaringan”, dan bukan sesuatu yang perlu ditakutkan, asal dikembangkan secara berkelanjutan.

Sisi Waspada, Bubble Tokenomics?

Namun di sisi lain, ada juga pandangan skeptis. FDV sebesar $53 miliar dengan market cap aktif hanya $4 miliar bisa dianggap sebagai “valuasi gelembung” karena beberapa alasan:

  1. Pasokan besar belum beredar
    Jika tim atau pihak pengembang melepaskan terlalu banyak token ke pasar, tekanan jual bisa sangat tinggi

  2. Minim utilitas nyata saat ini
    Meski userbase besar, belum banyak aplikasi di ekosistem Pi yang menghasilkan aktivitas ekonomi riil

  3. Belum terdaftar di bursa besar
    Hingga saat ini, PI masih tergolong token dalam tahap pengembangan dan distribusinya terbatas di platform internal. Banyak bursa belum mengakui atau memperdagangkannya secara resmi

Jadi, Priced In atau Bubble?

Jawabannya tergantung dari perspektif kamu. Jika kamu percaya bahwa Pi Network akan menjadi kekuatan besar dalam ekosistem Web3 dan adopsi masif akan segera terjadi, maka valuasi ini bisa kita anggap “priced in”. Tapi jika melihat tren supply, utilitas, dan keterbatasan bursa, FDV sebesar ini bisa sangat spekulatif.

Sebagai investor, penting untuk memahami bahwa angka besar dalam dunia kripto tidak selalu berarti nilai riil. Tokenomics, roadmap, transparansi tim, dan adopsi pasar tetap menjadi indikator utama dalam menilai apakah sebuah aset kripto punya masa depan, atau hanya ilusi angka.

Share
Related Articles
Tekno

Keren Banget Gaes! Oppo Rilis A6t dan A6t Pro, Punya Desain Premium

IKNPOS.ID - Produsen smart phone asal China, Oppo, meluncurkan Oppo A6t dan...

harga Pi Network
Tekno

Tekanan Jual Meletus, Harga Pi Network Masih Longsor ke $0,15

IKNPOS.ID - Pergerakan harga Pi Network (PI) kembali berada di bawah sorotan...

Harga Pi Network hari ini
Tekno

Harga Pi Network Makin Anjlok 94 Persen dari ATH, Kapan Gacor?

IKNPOS.ID - Harga Pi Network (PI) kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto....

Tekno

Keren! Ada Fitur Pemantau Kebugaran dan Kesehatan di Oppo Watch S

IKNPOS.ID - Produsen smart phone asal China, Oppo, resmi menghadirkan arloji pintar...