Catatan Dahlan Iskan

Sehat Rakus

Share
NEW YORK, NEW YORK - JANUARY 16: Patients & Doctors Denounce UnitedHealth On The Steps Of Wall Street As The Company's Record Profits Are Announced on January 16, 2025 in New York City. Eugene Gologursky/Getty Images for People's Action Institute/AFP (Photo by Eugene Gologursky / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Share

SIAPA pun yang sudah begitu kuat sulit ditumbangkan orang luar. Ia/dia bisa tumbang sendiri.

Contohnya terjadi sekarang ini: perusahaan asuransi kesehatan terbesar di Amerika tiba-tiba susut 50 persen: UnitedHealth. CEO-nya sampai tiba-tiba meletakkan jabatan: Sir Andrew Philip Witty, 60 tahun.

Begitu sulitnya perusahaan itu untuk bangkit kembali sampai pensiunan CEO-nya yang sudah berumur 72 tahun diminta kembali memimpin perusahaan: Stephen J. Hemsley.

Belakangan perusahaan nomor lima terbesar di Amerika ini (No 5 Fortune500/2023), memang disorot tajam. Enam bulan lalu CEO anak perusahaan terpentingnya tewas ditembak di depan hotel Hilton di New York: Brian Thompson.

Kebencian pada perusahaan asuransi memang meningkat. Apalagi asuransi kesehatan. Penyebabnya: mahalnya premi tidak sebanding dengan layanan.

Maka ”Tiga D” yang selama ini jadi rahasia sukses perusahaan asuransi menjadi bully untuk mereka sendiri: delay, deny, defend. Maksudnya: kalau ada klaim, tunda selama mungkin (delay). Kalau bisa, tolak (deny). Kalau orang yang klaim itu ngotot, bertahanlah (defend).

Tiga kata itu juga yang ditinggalkan oleh penembak Thompson di depan Hilton. Maka terungkaplah bahwa motif penembakan semata soal kebenciannya pada perusahaan asuransi. Tidak ada motif lain.

Itu terjadi enam bulan lalu. Tepatnya tanggal 4 Desember 2024. Pukul 06.44. Masih sangat pagi untuk ukuran bulan Desember di New York. Di bulan seperti itu matahari malas terbit cepat di Manhattan. Sebaliknya di sore hari matahari bergegas tenggelam.

CEO yang sukses tidak ada yang bangun siang –mbangkong. Pun Thompson.

Pukul 06.40 Thompson sudah meninggalkan hotel bintang limanya: J.W. Marriott. Hotel ini menghadap ke Central Park –kawasan termahal di Manhattan. Ia tinggal jalan kaki beberapa langkah untuk kemudian belok kanan menuju Hilton Midtown. Hanya perlu jalan kaki lima blok, sekitar lima menit sudah sampai.

Begitu tiba di depan pintu Hilton seseorang mendekat. Di jarak enam meter ia melepaskan tembakan. Tiga kali. Sepertinya setiap satu tembakan mewakili delay, deny, defend.

Share
Related Articles
Petir Ngambek
Catatan Dahlan Iskan

Petir Ngambek

Oleh: Dahlan Iskan Siapa yang bilang ngambek itu tidak penting? Ngambek itu...

Petir India
Catatan Dahlan Iskan

Petir India

Oleh: Dahlan Iskan Hujan memang masih turun dari langit, tapi petirnya datang...

WNI WNI
Catatan Dahlan Iskan

WNI WNI

Oleh: Dahlan Iskan Saya yakin Dwi Sasetyaningtyas tetap cinta Indonesia –setidaknya dalam...

Kolegium MK
Catatan Dahlan Iskan

Kolegium MK

Oleh: Dahlan Iskan "Saya tidak mempersoalkan menteri kesehatan. Yang saya lawan UU-nya,"...