Home Tekno Pi Network Diguncang! Penarikan 102 Juta Token Pi Picu Dugaan Insider Selling, Siapa Dalangnya?
Tekno

Pi Network Diguncang! Penarikan 102 Juta Token Pi Picu Dugaan Insider Selling, Siapa Dalangnya?

Share
Token Pi Network
Token Pi Network telah naik 20%
Share

IKNPOS.ID – Pi Network kembali jadi sorotan. Di saat altcoin lain mulai menunjukkan geliat positif, proyek ambisius ini malah diterpa isu serius penarikan token Pi dalam jumlah besar dari bursa OKX.

Hal itu lantas memicu spekulasi soal kemungkinan penjualan oleh orang dalam alias insider selling.

Lebih dari 102 juta token Pi ditarik hanya dalam tiga hari di pertengahan Mei 2025. Apa yang sebenarnya terjadi?

Penarikan Token Pi dalam Jumlah Masif: Optimisme atau Alarm Bahaya?

Kabar ini pertama kali mencuat setelah analis kripto populer Mr. Spock mempublikasikan data transaksi mencurigakan di platform X (sebelumnya Twitter).

Ia mencatat bahwa lebih dari 102,7 juta token Pi keluar dari OKX dalam waktu singkat, termasuk satu transaksi superjumbo sebesar 70 juta token. Di dunia kripto, ini bukan jumlah main-main.

Pendukung Pi Network melihat peristiwa ini dari sisi positif: sebagai sinyal adopsi dan likuiditas yang meningkat.

Bahkan, harga token Pi masih bertahan di sekitar $0,77, meski sempat terkoreksi. Mereka meyakini geliat ini sebagai bukti Pi Network mulai masuk fase matang dan siap digunakan lebih luas.

Namun, tidak semua investor sependapat.

Dugaan Insider Selling: Awan Gelap di Langit Pi

Kekhawatiran semakin memuncak saat Dr. Altcoin, seorang investigator blockchain, menemukan jejak dompet mencurigakan yang diduga terhubung ke tim inti Pi Network.

Ia melaporkan bahwa 1,4 juta token Pi dipindahkan dari dompet lama yang sebelumnya tidak aktif, lalu dijual cepat di bursa Gate.io. Pola serupa ditemukan di beberapa transaksi besar lain.

Yang bikin merinding: dompet-dompet tersebut diperkirakan mengontrol lebih dari 90 miliar token Pi. Ini jelas menimbulkan tanda tanya besar soal seberapa “terdesentralisasi” Pi Network sebenarnya.

Ketimpangan kepemilikan token bisa membuka celah manipulasi harga dan membuat proyek ini tampak lebih seperti “proyek elite” ketimbang komunitas.

Bagi investor, ini menjadi peringatan keras. Sebab, ketika harga bisa digerakkan oleh segelintir pihak, maka risiko makin besar dan kepercayaan bisa runtuh kapan saja.

Share
Related Articles
Tekno

Keren! Galaxy S26+ Dilengkapi Tiga Fitur Baru Pendukung Foto dan Video

IKNPOS.ID - Samsung resmi memperkenalkan lini Galaxy S26 yang mencakup Galaxy S26,...

Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...