Home Tekno LABIL! Harga Pi Coin Terjun Bebas! Apakah Akan Bangkit Kembali? Ini Prediksi Terbarunya!
Tekno

LABIL! Harga Pi Coin Terjun Bebas! Apakah Akan Bangkit Kembali? Ini Prediksi Terbarunya!

Share
harga pi turun tajam
Ilustrasi - Penolakan pencatatan Binance salah satu penyebab Harga Pi Coin turun tajam.
Share

IKNPOS.ID – Harga Pi Network atau Pi Coin mengalami penurunan tajam minggu ini. Token kripto populer ini jatuh dari level tertinggi mingguan di $1,6673 menjadi hanya $0,86 pada Jumat, 16 Mei 2025.

Ini adalah penurunan signifikan yang mengejutkan banyak investor dan penggemar kripto. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan apakah harga Pi Coin bisa pulih dalam waktu dekat?

Kenapa Harga Pi Network Jatuh Drastis?

1. Kabar Besar yang Tidak Sesuai Ekspektasi

Pi Network menjadi sorotan setelah pengembangnya mengumumkan bahwa akan ada pengumuman besar pada Rabu lalu.

Antisipasi dari kabar tersebut mendorong harga Pi Coin naik lebih dari 190%, menjadikannya salah satu aset kripto dengan performa terbaik dalam sepekan.

Namun, pada hari pengumuman, ternyata berita yang dinanti-nanti hanyalah peluncuran Pi Network Ventures, sebuah dana investasi sebesar $100 juta untuk mendukung pengembangan startup berbasis teknologi Pi.

Bagi banyak investor, berita ini dianggap kurang signifikan. Pasalnya, mereka berharap adanya kabar lebih besar, seperti pengumuman listing di bursa kripto utama atau peluncuran fitur baru yang revolusioner.

2. Fenomena “Buy the Rumour, Sell the News”

Harga Pi Coin juga terpengaruh oleh fenomena yang umum di pasar kripto, yakni buy the rumour, sell the news.”

Artinya, investor membeli aset karena rumor atau ekspektasi akan berita besar, namun langsung menjualnya ketika berita itu resmi dirilis.

3. Masalah Fundamental Pi Network

Selain itu, sejumlah masalah mendasar di ekosistem Pi Network juga menjadi alasan mengapa harga token ini jatuh. Beberapa masalah tersebut antara lain:

  • Pembukaan Kunci Token (Token Unlocking): Pi Network terus membuka kunci token secara bertahap, dengan lebih dari 1,45 miliar token akan tersedia dalam 12 bulan ke depan. Hal ini menambah pasokan tanpa adanya peningkatan permintaan yang signifikan.

  • Kekhawatiran Sentralisasi: Meski Pi Network mengklaim akan menjadi jaringan yang terdesentralisasi, kenyataannya sebagian besar token (lebih dari 70 miliar) masih dikuasai oleh Pi Foundation, sebuah entitas yang struktur kepemimpinannya tidak transparan.

  • Minimnya Daftar Bursa (Exchange Listing): Hingga saat ini, Pi Coin belum terdaftar di bursa kripto besar. Ketiadaan listing di bursa utama seperti Binance atau Coinbase membuatnya sulit untuk menarik minat investor baru.

Apakah Harga Pi Network Bisa Pulih?

Meski harga Pi Coin saat ini sedang terpuruk, harapan untuk pemulihan masih ada. Beberapa faktor yang dapat mendorong harga Pi Network kembali naik antara lain:

1. Potensi Listing di Bursa Utama

Pi Network memiliki peluang untuk terdaftar di bursa kripto utama dalam waktu dekat. Salah satu bursa yang dirumorkan adalah HTX, proyek kripto yang diawasi oleh miliarder Justin Sun.

Dalam beberapa unggahan di media sosial, HTX memberikan petunjuk bahwa Pi Coin bisa menjadi salah satu aset yang akan segera terdaftar. Jika ini terjadi, maka harga Pi Network bisa melonjak tajam.

2. Upaya Desentralisasi yang Lebih Jelas

Pengembang Pi Network baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah menonaktifkan central coordinating node, sebuah langkah penting menuju desentralisasi penuh. Jika jaringan ini benar-benar menjadi terdesentralisasi, maka kepercayaan investor akan meningkat.

3. Potensi Bull Run Pasar Kripto
Jika pasar kripto secara keseluruhan mengalami bull run, harga Pi Network kemungkinan akan ikut terdorong naik.

Bitcoin, yang sering dianggap sebagai pemimpin pasar, saat ini menunjukkan pola harga yang berpotensi bullish, yang dapat mempengaruhi harga aset kripto lainnya termasuk Pi Coin.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...