Hingga Maret 2025, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan kinerja positif dan berkelanjutan. Di sisi pembiayaan misalnya, pertumbuhannya mencapai 18,2% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp46,3 triliun pada Maret 2025. Dana pihak ketiga (DPK) juga tumbuh di level 19,9% yoy menjadi Rp51,4 triliun per Maret 2025. Dengan kinerja tersebut, aset BTN Syariah menyentuh Rp61,2 triliun atau naik 11,6% yoy per Maret 2025. Laba bersih unit usaha syariah BTN ini juga melesat 21,1% yoy menjadi Rp199 miliar pada Maret 2025.
Adapun, proses spin off BTN Syariah sesuai dengan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) Nomor 4 Tahun 2023 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12 Tahun 2023.
Dalam rangka aksi korporasi tersebut, BTN telah meraih persetujuan dari Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas untuk mengakuisisi Bank Victoria Syariah (BVIS) sebagai bagian dari upaya penyapihan BTN Syariah. Jika OJK selaku regulator telah memberikan izin, maka BTN akan mengintegrasikan BTN Syariah dengan BVIS menjadi sebuah bank umum syariah baru sebelum tahun 2025 berakhir.
- Bank Syariah Indonesia
- Bank Syariah Terbaik penghargaan internasional BTN Syariah sebagai Best Islamic Bank 2025
- Bank Victoria Syariah
- Best Islamic Bank 2025
- BTN Syariah
- BUMN
- Digital Syariah
- Euromoney Islamic Finance Awards
- Industri Perbankan Syariah
- pembiayaan perumahan
- pembiayaan perumahan syariah
- Penghargaan Internasional Best Islamic Bank 2025
- pertumbuhan kinerja BTN Syariah di sektor pembiayaan dan dana pihak ketiga 2025
- prestasi BTN Syariah dalam mendukung pembiayaan perumahan syariah di Indonesia
- Spin Off BTN
- Spin off BTN Syariah
- strategi BTN Syariah mengembangkan layanan digital perbankan syariah
- transformasi BTN Syariah jelang spin off dan akuisisi Bank Victoria Syariah