Home News IKN Butuh Listrik 200 Megawatt untuk Terangi Hunian, Perkantoran, dan Infrastruktur Lain
News

IKN Butuh Listrik 200 Megawatt untuk Terangi Hunian, Perkantoran, dan Infrastruktur Lain

Share
Share

IKNPOS.ID – Direktur Transformasi Hijau Otorita IKN, Agus Gunawan menjelaskan bahwa saat ini IKN membutuhkan listrik 200 Megawatt (MW).

Listrik itu digunakan untuk perkantoran, rumah sakit, hunian Aparatur Sipil Negara (ASN), rumah tapak menteri, transportasi listrik, dan bahkan pusat latihan tim nasional PSSI.

Sebagai kota terencana, IKN berkomitmen pada energi bersih seperti PLTS, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), panas bumi (geothermal), dan gas bumi.

Ke depan, hidrogen akan menjadi bahan bakar utama, terutama setelah tahun 2040, mendukung bus dan truk berbasis fuel cell.

PLTS Baru Bisa Memproduksi 50 MW

PLTS baru memproduksi 50 MW. Solar panel di atap gedung juga belum maksimal. Sementara kebutuhan listrik di IKN sekitar 200 MW untuk mendukung operasional Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan fasilitas pendukung lainnya sudah terjadi.

Angka 200 MW juga mencakup kebutuhan listrik untuk perumahan, infrastruktur transportasi, serta fasilitas umum seperti rumah sakit, rumah ibadah, sekolah, juga fasilitas olahraga.

“Sementara kita melayani ibu kota negara, tempat keputusan penting dibuat dan banyak hal dirancang dan dipikirkan,” jelas Agus, beberapa waktu lalu.

Kekurangan 150 MW pun ditutupi PLN dengan menyambungkan IKN dengan jaringan distribusi listrik Sistem Mahakam, jaringan yang selama ini memenuhi energi untuk Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, dan sekarang juga termasuk Bontang dan Sangatta.

Transisi Energi Tahap I

Saat ini, IKN tengah menjalani transisi energi Tahap I (2025-2030), dengan pembangunan PLTS skala besar, serta panel surya di gedung pemerintahan.

Tahap berikutnya (2030-2040) akan mempercepat pembangunan PLTA dan PLTB, serta mengembangkan Hidrogen Hijau sebagai sumber energi baru. Baterai penyimpanan juga diperkuat untuk memastikan pasokan energi tetap stabil.

Pada Tahap III (2040-2045), Nusantara ditargetkan menjadi kota pertama di Indonesia yang sepenuhnya menggunakan energi terbarukan, tanpa ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Share
Related Articles
Fasilitas canggih IKN siap huni
News

AS Gelontorkan Hibah Rp40,18 Miliar untuk IKN Nusantara, Dorong Transformasi Smart City Berbasis AI dan ESG

IKNPOS.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengucurkan hibah senilai US$2,49 juta...

IKN Siap Disulap Jadi 'Cognitive City' Pertama di Dunia
News

Hibah 2,49 Juta Dolar AS Perkuat Proyek Kota Cerdas IKN, Otorita Gandeng Mitra AS

IKNPOS.ID - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin mendapat dukungan internasional. Dana...

News

Melalui Program ‘KUMPUL Lagi’, OIKN Beri Pembekalan Pelaku Ekraf

IKNPOS.ID - Warga yang tinggal di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan...

Resmi! IKN Jadi Kiblat Baru Pelayanan Publik, Gedung Megah, Sistem Digital, Integritas Tanpa Kompromi
News

Dana dari AS hingga UEA Mengalir, Investasi IKN Nusantara Tembus Rp72 Triliun

IKNPOS.ID - Arus investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin deras. Dari...