Home Tekno Habis Terang Terbitlah Gelap! Mainnet Baru Sebulan, Harga PI Ambles 60%, Rencana Listing Binance Bagaimana?
Tekno

Habis Terang Terbitlah Gelap! Mainnet Baru Sebulan, Harga PI Ambles 60%, Rencana Listing Binance Bagaimana?

Share
5 juta token meluncur
Harga Pi Coin turun 2% hari ini dampak dari 5 juta token meluncur hari ini.Foto: Bitget
Share

IKNPOS.ID – Setelah mencapai puncak harga $1,67 pada 12 Mei 2025, Pi Network (PI) mengalami penurunan tajam sebesar 60%, menyentuh level $0,66.

Penurunan ini memicu pertanyaan di kalangan investor apakah ini awal dari tren bearish yang berkepanjangan atau hanya koreksi sementara sebelum melanjutkan kenaikan?

Analisis Harga dan Indikator Teknikal

Pada kerangka waktu harian, PI berhasil memantul di level $0,66, yang bertepatan dengan area support horizontal di $0,75.

Level ini sebelumnya berfungsi sebagai resistance sebelum breakout menuju $1,67, sehingga kini berperan sebagai support penting. Indikator RSI juga memantul di angka 50, menunjukkan potensi pembalikan tren.

Namun, MACD belum menunjukkan crossover bullish, yang diperlukan untuk mengonfirmasi kelanjutan tren naik.

Prediksi Harga dan Struktur Gelombang

Meskipun ada sinyal positif dari aksi harga, struktur gelombang menunjukkan bahwa PI mungkin telah menyelesaikan pola A-B-C naik, dengan gelombang B berbentuk segitiga simetris. Dua skenario muncul:

  1. Bullish: PI telah menyelesaikan struktur A-B-C dan akan memantul, berpotensi mencapai level resistance di $1,05 atau lebih tinggi.

  2. Bearish: PI memulai pergerakan turun lima gelombang dan saat ini berada di puncak gelombang empat. Kenaikan di atas $0,91 akan membatalkan skenario ini.

Dengan demikian, meskipun ada pantulan harga, struktur gelombang memberikan pandangan yang tidak jelas, menunjukkan kemungkinan jalur bearish.

Faktor Eksternal dan Sentimen Pasar

Kenaikan harga PI sebelumnya didorong oleh rumor listing di Binance dan antisipasi pengumuman besar pada 14 Mei.

Namun, pengumuman dana ekosistem sebesar $100 juta tidak memenuhi ekspektasi investor, menyebabkan penurunan harga.

Kurangnya listing di bursa utama dan keterbatasan KYC juga membatasi aktivitas perdagangan, membuat harga lebih rentan terhadap volatilitas yang didorong oleh persepsi.

Share
Related Articles
Tekno

Netflix Mundur, Warner Bros Disikat Paramount Rp520 Triliun

IKNPOS.ID - Perang akuisisi antara raksasa streaming Netflix dan studio legendaris Paramount...

Tekno

Amazfit T-Rex Ultra 2 Resmi Meluncur di Indonesia, Jam Tangan ‘Monster’ untuk Petualang Ekstrem

IKNPOS.ID - Produsen perangkat wearable Amazfit resmi memperkenalkan T-Rex Ultra 2 ke...

Tekno

Keren! Samsung Galaxy S26 Kabarnya Akan Dilengkapi Fitur ‘Anti-intip’

IKNPOS.ID - Samsung disebut-sebut tengah menyiapkan terobosan baru pada lini ponsel terbarunya,...

Tekno

Ini Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion, Dilengkapi RAM hingga 12GB

IKNPOS.ID - Motorola dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran ponsel seri Edge perdananya pada...