Home Pemerintahan Ada IKN, Kaltim Masuk Kawasan Khusus Penanganan Karhutla 2025
Pemerintahan

Ada IKN, Kaltim Masuk Kawasan Khusus Penanganan Karhutla 2025

Share
Kaltim masuk kawasan khusus
Kalimantan Timur masuk dalam kawasan khusus penangangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2025. Foto: IST
Share

IKNPOS.ID – Kalimantan Timur (Kaltim) masuk dalam kawasan khusus penangangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2025. Ini lantaran di Kaltim ada Ibu Kota Negara Nusantara (IKN).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan Kalimantan Timur sebagai kawasan penanganan khusus Karhutla pada 2025. Karena keberadaan IKN, kemudian wilayah ini membutuhkan perlindungan ekosistem secara menyeluruh.

“Kalimantan Timur dimasukkan sebagai kawasan khusus karena ada IKN. Ini penting untuk menjamin perlindungan ekologis terhadap pembangunan nasional yang strategis,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin 5 Mei 2025.

Penetapan itu melengkapi enam provinsi prioritas penanganan karhutla lainnya, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat.

Seluruh wilayah tersebut memiliki riwayat karhutla mineral-gambut yang tinggi dan berpotensi mengalami eskalasi saat musim kemarau.

BNPB mencatat 99 persen penyebab karhutla di Indonesia merupakan ulah manusia.

Oleh karena itu, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat kewaspadaan sejak dini, terutama dalam mengelola lahan dan menghindari praktik pembakaran terbuka.

“Kita mengingatkan bahwa kerugian ekologis akibat karhutla sangat besar. Maka, semua pihak harus ikut menjaga lingkungan. Bahkan ekosistem gambut sekalipun, kalau dikelola benar, tetap bisa memberi manfaat ekonomi,” ujarnya.

Data BNPB menunjukkan bahwa upaya pemerintah selama empat tahun terakhir berhasil menurunkan luas karhutla secara signifikan dari enam provinsi prioritas.

Pada 2015, kebakaran lahan mencapai 1,8 juta hektare. Jumlah itu turun menjadi 1,09 juta hektare pada 2019, kemudian 614 ribu hektare pada 2023, dan 72 ribu hektare pada 2024 .

Oleh karena pada 2025 masih tergolong tahun basah, BNPB berharap tren penurunan ini bisa dilanjutkan, apalagi dengan tambahan perhatian khusus di Kalimantan Timur.

“Kolaborasi lintas kementerian/lembaga juga dukungan masyarakat menjadi kunci mengatasi karhutla selama musim kemarau tahun ini yang puncaknya diperkirakan berlangsung bulan akhir Mei-Juni,” ujarnya.

Share
Related Articles
Pemindahan ASN ke IKN berjalan sesuai rencana.
Pemerintahan

Gas Pol! Wapres Gibran Minta Pemindahan ASN ke IKN Dipercepat

IKNPOS.ID - Arahan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menjadi pemicu percepatan...

IKN PECAH TELOR, Investor Timur Tengah Ayedh Dejem Group Kucurkan Rp4 Triliun
Pemerintahan

IKN PECAH TELOR! Investor Timur Tengah Ayedh Dejem Group Kucurkan Rp4 Triliun

IKNPOS.ID - Otorita IKN mengumumkan kerja sama strategis dengan Ayedh Dejem Group,...

Pemerintahan

Bocoran Terbaru soal Pemindahan ASN ke IKN, Begini Kata MenPANRB

IKNPOS.ID - Rencana pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Ibu Kota Nusantara...

Ekowisata Ibu Kota Nusantara
Pemerintahan

IKN Bukan Hanya Pusat Pemerintahan, Otorita Fokus Kembangkan Ekowisata dan Energi Bersih

IKNPOS.ID – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kini memasuki babak baru yang...