Home Tekno Waduh! Banxa Hapus Dukungan untuk Pi Network, Apa yang Sebenarnya Terjadi?​
Tekno

Waduh! Banxa Hapus Dukungan untuk Pi Network, Apa yang Sebenarnya Terjadi?​

Share
Banxa hapus dukungan Pi
Mengejutkan Banxa hapus dukungan Pi memantik pertanyaan besar.Foto: Cope
Share

IKNPOS.ID – Di tengah optimisme pasar, pada April 2025 ini komunitas kripto dikejutkan oleh keputusan Banxa. Penyedia layanan pembayaran kripto global ini menghapus dukungan untuk Pi Coin dari platformnya. Banxa hapus dukungan Pi, menimbulkan kegaduhan di dunia maya.

Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar, terutama karena mengingat Banxa sebelumnya menunjukkan dukungan kuat terhadap Pi Network. Bahkan Banxa bersedia mengakuisisi lebih dari 30,5 juta Pi Coin senilai sekitar $19 juta .​

Dari dukungan penuh kemudian menarik kembali dukungan menimbulkan tanda tanya besar, apa yang sedang terjadi?

Banxa dikenal sebagai jembatan antara fiat dan kripto, memungkinkan pengguna membeli aset digital dengan mata uang lokal. Integrasi Pi Coin ke dalam platform Banxa sebelumnya dianggap sebagai langkah strategis untuk memperluas adopsi Pi Network.

Namun, keputusan mendadak untuk menghapus dukungan terhadap Pi Coin menimbulkan spekulasi mengenai alasan di baliknya.​

Banxa Hapus Dukungan Pi, Ini Dugaan Alasannya

1. Kurangnya Transparansi dari Pi Network

Salah satu faktor utama yang diduga mempengaruhi keputusan Banxa adalah kurangnya transparansi dari tim inti Pi Network. Analis kripto, Dr. Altcoin, mengungkapkan bahwa mekanisme penguncian dan pembakaran token Pi Coin masih belum jelas, menimbulkan kekhawatiran tentang potensi manipulasi pasar . Ketidakjelasan ini membuat banyak pihak, termasuk Banxa, mempertimbangkan ulang dukungan mereka terhadap Pi Network.​

Interpretasi: Banxa melihat kurangnya transparansi dari Tim Inti Pi terkait mekanisme penguncian dan pembakaran token.

2. Status ‘Enclosed Mainnet’ yang Terlalu Lama

Pi Network masih berada dalam enclosed mainnet sejak Desember 2021. Artinya, Pi belum benar-benar bisa ditransaksikan secara bebas di luar ekosistemnya sendiri. Untuk pihak seperti Banxa—yang beroperasi sebagai perantara fiat-to-crypto—kondisi ini membuat mereka kesulitan menawarkan nilai nyata atau likuiditas yang stabil kepada pengguna.

Interpretasi: Banxa mungkin melihat bahwa Pi belum siap masuk ke pasar terbuka secara penuh, dan itu membuat dukungannya secara komersial jadi berisiko.

Share
Related Articles
Tekno

Agresif di Pasar Menengah, Motorola Siapkan Empat Amunisi Baru Moto G Series

IKNPOS.ID - Motorola nampaknya enggan memberikan napas bagi para pesaingnya di segmen...

Tekno

Menghitung Hari Peluncuran, Redmi Buka-bukaan Soal Spesifikasi Gahar Turbo 5 Max

IKNPOS.ID - Sub-merek Xiaomi, Redmi, semakin agresif menggoda pencinta teknologi menjelang peluncuran...

Tekno

Realme 16 5G Siap Meluncur: Contek Desain iPhone 17 Air hingga Inovasi Cermin Selfie

IKNPOS.ID  - Persaingan pasar ponsel pintar kelas menengah di Indonesia diprediksi bakal...

Tekno

Oppo Resmi Rilis Reno15 Series di Indonesia, Usung Kamera 200MP dan Fitur AI Masa Depan

IKNPOS.ID - Raksasa teknologi asal China, Oppo, resmi menggebrak pasar ponsel pintar...